Perpustakaan memiliki peran strategis sebagai pusat informasi, pendidikan, penelitian, pelestarian budaya, dan pengembangan literasi masyarakat. Untuk menjalankan fungsi tersebut secara optimal, diperlukan tenaga perpustakaan yang memiliki kompetensi, profesionalisme, dan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi informasi. Oleh karena itu, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur mengadakan Workshop Peningkatan Kapasitas Pustakawan dan Tenaga Perpustakaan Tahun 2026 pada tanggal 14 Juli 2026 di Hotel Elmi Surabaya menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan perpustakaan.
Sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan menegaskan bahwa penyelenggaraan perpustakaan harus didukung oleh sumber daya manusia yang profesional. Sejalan dengan hal tersebut, berbagai kegiatan dilakukan secara khusus mengenai peningkatan kapasitas tenaga perpustakaan melalui pendidikan, pelatihan, workshop, dan bimbingan teknis.
Peningkatan kapasitas tenaga perpustakaan merupakan proses pengembangan wawasan, pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi pustakawan maupun tenaga perpustakaan agar mampu memberikan pelayanan yang berkualitas sesuai standar nasional perpustakaan. Workshop kali ini diikuti oleh pustakawan dan tenaga perpustakaan dari organisasi perangkat daerah Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebanyak 5 (lima) orang dan 45 (empat puluh lima) orang dari SMA/SMK sederajat di Jawa Timur.

Kegiatan dibuka Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur, Bapak Muhamad Arif Widodo, ST., M.SE. Dalam sambutannya, Arif menyampaikan bahwa salah satu fungsi perpustakaan adalah fungsi rekreasi, maka perpustakaan harus menjadi tempat yang menyenangkan dan menghibur. Untuk itu, tenaga perpustakaan dan pustakawan dituntut tidak hanya sebagai kurator informasi, tetapi juga berperan sebagai pustakawan penghibur dengan memberikan pelayanan secara paripurna kepada pemustaka.
Narasumber pertama, Ibu Meinia Prasyesti Kurniasari, S.IIP., M.A. dari Universitas Airlangga, bicara mengenai bagaimana perpustakaan sekolah menjadi jantung ekosistem literasi siswa untuk meningkatkan budaya baca dan kecakapan literasi pembelajaran membaca secara kritis. Meinia menekankan pentingnya kolaborasi antara pustakawan, kepala sekolah, dan guru untuk bersinergi bersama menyelaraskan program kegiatan perpustakaan sekolah untuk meningkatkan literasi siswa.

Materi kedua, “Best Practice Pengelolaan Perpustakaan Sekolah”, disampaikan Ibu Zia Nailillah, S.Kom, pustakawan dari Perpustakaan SMKN 1 Sidoarjo. Zia memaparkan kiat-kiat membuat program perpustakaan sebaik mungkin untuk mendukung kurikulum di sekolah, misalnya program kerja lima tahunan perpustakaan yang disusun meliputi koleksi perpustakaan, layanan perpustakaan, promosi perpustakaan, dan sumber daya manusia. Dari rencana kerja tersebut, tergambar kegiatan-kegiatan perpustakaan yang mendukung pembelajaran serta selaras dengan visi dan misi sekolah.

Tidak hanya itu, Luwitaningsari, S.Sos. dan Wafiq Adilah, A.Md. S.I. dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur juga mengenalkan berbagai strategi promosi melalui media cetak maupun media digital agar perpustakaan semakin dikenal dan dimanfaatkan warga sekolah. Antusiasme peserta kegiatan tampak dari interaksi dengan narasumber untuk menggali lebih dalam tentang materi yang disampaikan.
Melalui penyelenggaraan Workshop Peningkatan Kapasitas Pustakawan dan Tenaga Perpustakaan Sekolah Tahun 2026, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur optimis akan meningkatkan kualitas pelayanan perpustakaan dan kompetensi pengelola perpustakaan, dengan harapan peserta mampu memahami materi yang disampaikan pemateri sehingga mampu mempraktikkannya di perpustakaan sekolah masing-masing. Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah strategis dalam memperkuat sumber daya manusia di perpustakaan sekaligus mewujudkan perpustakaan sebagai pusat pembelajaran, pemberdayaan, dan peningkatan literasi masyarakat Jawa Timur. (Dki)

