


SURABAYA, 30 September 2026 – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur kembali menggelar puncak peringatan Hari Kunjung Perpustakaan (HKP) tahun 2026. Meski sudah berjalan peringatannya yang jatuh pada 14 September 2026 yang lalu, puncak kegiatannya dilaksanakan selama dua hari, Selasa – Rabu (29 – 30 September 2026). Meski dilaksanakan secara sederhana, pelaksanaan HKP tahun 2026 yang diagendakan meliputi beberapa kegiatan mulai bazar, pameran, lomba penulisan, podcast hingga bedah buku itu dibuka oleh Asisten Administrasi Umum Setdaprov Jatim, R. Heru Wahono Santoso, S.Sos, MM, Jl. Menur Pumpungan 32 Surabaya, Rabu (30/9/2026).
Dalam sambutannya, Asisten Administrasi Umum Setdaprov Jatim, R. Heru Wahono Santoso, S.Sos, MM menyampaikan bahwa perpustakaan bukan lagi identik tempat sunyi, berdebu, dan penuh buku tua. Tetapi banyak kegiatan lain yang sudah bertransformasi dengan kegiatan-kegiatan lainnya sesuai era dan kemajuan zaman.
“Pembudayaan kegemaran membaca merupakan salah satu upaya strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Perpustakaan memiliki peran penting sebagai pusat pembelajaran sepanjang hayat yang menyediakan akses terhadap pengetahuan, informasi, pendidikan, penelitian, pelestarian, pengembangan serta ruang publik yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat,” pesannya.
Heru Wahono yang sebelumnya sempat menjabat sebagai Kepala Bakorwil I Madiun ini menjelaskan, era perkembangan teknologi informasi, tantangan perpustakaan tidak hanya menyediakan koleksi dan layanan yang berkualitas saja. Tetapi juga membangun kebiasaan masyarakat untuk gemar membaca serta memanfaatkan perpustakaan sebagai ruang belajar, berkegiatan, berkarya, berinovasi berkolaborasi, dan berekreasi secara berkelanjutan.
“Untuk itu saya berharap, penyelenggaraan puncak peringatan hari kunjung perpustakaan kali ini tidak hanya dimaknai sebagai peringatan tahunan saja, melainkan sebagai bagian dari strategi pembudayaan kegemaran membaca melalui optimalisasi pemanfaatan layanan perpustakaan,” ujarnya.
Sebelumnya, mewakili Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Jawa Timur, Ir. Tiat S. Suwardi, MSi, Pustakawan Ahli Utama Dispeprusip Jatim, Drs. Abimanyu Poncoatmojo Iswinarno, MM dalam laporannya menjelaskan bahwa pelaksanaan puncak peringatan HKP 2026 kali ini berbeda dengan sebelum-sebelumnya. Tahun ini, selain diperingati dengan menggelar kegiatan seremonial tetapi juga diselenggarakan dengan beberapa program yang bertujuan untuk mengajak masyarakat memanfaatkan layanan perpustakaan dan kembali lagi.
“Makanya tema yang kami angkat kali ini yakni Ayo Kembali ke Perpustakaan. Harapannya, dengan tema yang diangkat agar masyarakat atau pemustaka dapat berkunjung, Kembali dan berkarya di perpustakaan,” jelasnya.
Menurut Abimanyu, tema ini ditetapkan sebagai ajakan kepada masyarakat untuk kembali menjadikan perpustakaan sebagai bagian dari aktivitas belajar sepanjang hayat. Hal tersebut menurutnya bukan semata-mata meningkatkan jumlah pengunjung pada saat kegiatan HKP berlangsung.
“Intinya bagaiamana kegiatan ini diharapkan dapat membangun keterikatan masyarakat dengan perpustakaan hingga tumbuh kebiasaan membaca dan belajar secara berkelanjutan,” jelasnya.
Disamping kegiatan tersebut, Disperpusip Jatim juga melaksanakan serangkaian kegiatannya sejak awal September 2026. Rangkaian kegiatan itu meliputi layanan Tur Keliling Perpustakaan (Tulip), Wisata Arsip untuk Anak Sekolah (Waras), Pembelajaran Sebaya, East Java English Club, Forum Konsultasi Pengelolaan Sakedap, Podcast Bahas Apa Saja (Bahasa), Darling Goes to School, Surabaya Book Party dan Berburu Puzzle Stempel.
“Yang menarik yakni masyarakat diajak berburu puzzle stempel. Karena mereka akan diberi library passport untuk mendapatkan stempel puzzle dan stempel layanan seperti yang saat ini marak di beberapa tempat,” ujarnya.
Khusus untuk stempel layanan, sebut Abimanyu, masyarakat atau pemustaka akan dimulai 1 Oktober 2026 setelah pelaksanaan HKP 2026. Harapannya agar mereka tidak hanya berkunjung ketika momen HKP saja. Tetapi mereka dapat berkunjung kembali di perpustakaan.
“Kami berikan secara gratis. Masyarakat bisa mengkoleksi stempel tersebut yakni terdiri stempel layanan umum, layanan deposit, layanan referensi, layanan anak dan galeri Majapahit dan Walilimo,”terangnya.
“Untuk puzzle stempel, pemustaka akan mendapat stempel hingga membentuk sebuah gambar secara penuh,” imbuhnya.
Untuk kegiatan bedah buku, Disperpusip Jatim menghadirkan karya Alfi Syahrin. Karya bukunya bergenre self improvement untuk kalangan gen-z. Salah satunya yakni berjudul “Jika Kita Tak Pernah Jadi Apa-Apa”. Lalu ada juga “Jika Kita Tak Pernah Jatuh Cinta”,“Jika Kita Tak Pernah Baik-Baik Saja”,“Overthinking is My Hobby and I Hate It”,“Loneliness is My Best Friend” dan masih banyak lagi.
Tak ketinggalan pameran beberapa produk pelestarian literasi seperti naskah kuno dan arsip, nyerat lontar (menulis menggunakan media daun lontar), pameran hasil karya pemustaka difabel, Forum Komunitas Masyarakat Sadar Arsip (FKMSA) dan pameran BP House (Baden Powell House Surabaya). Selain itu ada juga pameran dari Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI), bazar Gramedia, Mizan, TPBIS Binaan Disperpusip Jatim, Ecoprint, DWP Disperpusip Jatim serta Komunitas Mata Hati.
“Kami berharap, melalui gelar peringatan hari kunjung perpustakaan tahun ini benar-benar terlaksanakan dengan tujuan agar masyarakat dapat Kembali dan menyemarakkan setiap hari perpustakaan. Sehingga masyarakat Jawa Timur menjadi masyarakat yang berlitered,” pungkasnya.
Puncak peringatan HKP 2026 juga dirangkai dengan pemberian penghargaan sebagai bentuk apresiasi bagi perpustakaan, pemustaka, serta pihak yang berkontribusi dalam pengembangan literasi dan kearsipan di Jawa Timur.
Untuk Penghargaan Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) Terbaik Tahun 2026, peringkat pertama diraih Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surabaya, disusul Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gresik di peringkat kedua dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Madiun di peringkat ketiga.
Sementara itu, Penghargaan PIC Data Perpustakaan Supporting SATA Terbaik Tahun 2026 diberikan kepada Eny Oktrieyanti Arief, S.Sos., dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Situbondo sebagai peringkat pertama. Posisi kedua diraih Nabilla Salsabil Damayanti Zahra, S.IIP., dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banyuwangi, sedangkan peringkat ketiga diraih Nurul Hidayati, A.Ma.Pd.SD., dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Probolinggo.
Penghargaan Pemustaka Teraktif Tahun 2026 diberikan kepada sepuluh pemustaka, yakni Nirul Ekwan, Eddytyo Candrajaya, Andreas Hadi Wardhana, Hajar Isna Mursidah, Sugeng Mulyono, Irsad Candra Adikara, Eddy Chandra, Shanti Wulansari, Hesti Trisnawati, dan Bambang A. Priyono.
Di bidang kearsipan, Penghargaan Komunitas Pelestari Memori Lokal Tahun 2026 diberikan kepada Begandring Surabaya. Sedangkan Penghargaan Sertifikat Registrasi Naskah Kuno Tahun 2026 diberikan kepada Museum Mpu Tantular, Pondok Pesantren As Sholichiyah Kota Mojokerto, dan Pondok Pesantren Sono Buduran Kabupaten Sidoarjo.
Untuk Penghargaan Perpustakaan Terakreditasi Terbanyak, peringkat pertama diraih Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surabaya, diikuti Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kota Malang serta Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Trenggalek.
Sedangkan Penghargaan Nomor Pokok Perpustakaan (NPP) Terbanyak diraih Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surabaya dengan 1.706 perpustakaan. Peringkat berikutnya ditempati Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Malang dengan 1.011 perpustakaan dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banyuwangi dengan 941 perpustakaan.
Adapun Penghargaan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Terbaik diberikan kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surabaya, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Madiun, serta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Batu.(***)



