Lestarikan Naskah Kuno, Disperpusip Jatim Serahkan Portepel ke Pesantren Qomaruddin Gresik

Gresik, 20 Juli 2026 – Naskah kuno yang berusia puluhan tahun tentu rentan sekali mengalami kerusakan jika tidak dirawat dengan baik. Padahal, di dalam naskah kuno tersebut tertulis karya intelektual para leluhur bangsa yang patut dilestarikan.

Oleh karena itu, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur menyerahkan 156 portepel naskah kuno kepada Pondok Pesantren Qomaruddin, Gresik, sekaligus mendata koleksi naskah kuno di pesantren yang dikenal sebagai salah satu pondok tua di Jawa Timur. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mendukung pelestarian warisan dokumenter bangsa, khususnya naskah kuno yang tersimpan di lingkungan pesantren.

Penyerahan portepel dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap upaya preservasi fisik naskah kuno. Portepel adalah wadah atau kotak penyimpanan yang digunakan untuk melindungi naskah dari berbagai faktor kerusakan, seperti debu, kelembapan, cahaya, serangga, maupun kerusakan akibat penyimpanan yang kurang sesuai. Portepel yang diserahkan diharapkan dapat menjadi media penyimpanan yang lebih aman sehingga kondisi fisik manuskrip tetap terjaga dan umur simpannya semakin panjang.

Selain penyerahan portepel, tim Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur juga melaksanakan kegiatan pendataan naskah kuno yang dimiliki Pondok Pesantren Qomaruddin. Pendataan dilakukan melalui identifikasi koleksi, pencatatan informasi dasar setiap naskah, kondisi fisik, bahan penulisan, aksara, bahasa, serta kandungan informasi yang terdapat di dalamnya. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam penyusunan basis data naskah kuno yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk program pelestarian, digitalisasi, maupun pengkajian ilmiah.

Dalam diskusi tersebut juga muncul gagasan untuk memperkuat kolaborasi antara pondok pesantren, perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan para peneliti manuskrip. Sinergi tersebut diharapkan mampu mendorong pelaksanaan inventarisasi yang lebih komprehensif, digitalisasi koleksi, penyusunan katalog naskah, hingga penelitian bersama yang menghasilkan publikasi ilmiah maupun pengenalan warisan manuskrip kepada masyarakat.

Pengelola Pondok Pesantren Qomaruddin menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur terhadap pelestarian naskah kuno yang selama ini menjadi bagian penting dari khazanah keilmuan pesantren. Bantuan portepel dinilai sangat bermanfaat dalam meningkatkan kualitas penyimpanan koleksi sekaligus menjadi motivasi untuk terus merawat manuskrip secara lebih baik.

Ke depan, Pondok Pesantren Qomaruddin berharap pendampingan tidak berhenti pada kegiatan pendataan dan penyerahan sarana penyimpanan semata, tetapi dapat berlanjut pada program konservasi, digitalisasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam pengelolaan manuskrip, serta pengembangan penelitian filologi. Dengan demikian, naskah-naskah kuno yang dimiliki pesantren tidak hanya terjaga kelestariannya, tetapi juga dapat terus memberikan manfaat sebagai sumber ilmu pengetahuan, identitas budaya, dan warisan intelektual bagi generasi sekarang maupun generasi yang akan datang.

Melalui kegiatan ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur kembali menegaskan komitmennya untuk memperkuat pelestarian naskah kuno melalui pendekatan kolaboratif antara pemerintah, lembaga pendidikan, komunitas, dan pesantren. Upaya tersebut diharapkan mampu menjaga keberlanjutan warisan dokumenter Jawa Timur sekaligus memperkaya khazanah manuskrip Nusantara sebagai bagian penting dari memori kolektif bangsa Indonesia. (nad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *