“Perkuat Peran Perpustakaan dalam Pemberdayaan Masyarakat, Disperpusip Jatim Bangun Sinergi Lintas Sektor”

SURABAYA – ​Perpustakaan saat ini tidak hanya menjadi tempat membaca dan meminjam buku, tetapi juga menjadi ruang belajar bersama, pusat pemberdayaan masyarakat, pengembangan keterampilan, peningkatan kesejahteraan, hingga penguatan jejaring sosial di tengah masyarakat. Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Provinsi Jawa Timur dalam kegiatan Pertemuan Pemangku Kepentingan (Stakeholder Meeting) Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 yang berlangsung di Ruang Auditorium Literasi Disperpusip Jatim pada Selasa (26/5). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan kualitas serta peran perpustakaan di seluruh wilayah Jawa Timur dan dihadiri oleh Tim Sinergi Program TPBIS Jatim 2026 yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti Bappeda, Diskop UKM, DPMD, Dinas Kelautan dan Perikanan, DLH, serta Disbudpar. Turut hadir pula perwakilan BUMN/BUMD (PT Pelindo Regional 3, PT SIER, PT PJUC, PT Bank Jatim, PT Jamkrida Jatim), Bank Indonesia, kalangan akademisi (FPPTI), organisasi profesi dan mitra literasi (IKAPI, GPMB, IPI, Komunitas Read Aloud Jatim, dan Rotary Club Surabaya Persada). ​

​Komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mendukung keberlanjutan TPBIS ini juga telah diperkuat secara legal melalui Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 86 Tahun 2023 dan Surat Keputusan Gubernur tentang Pembentukan Tim Sinergi Program TPBIS tahun 2026.

Capaian Luar Biasa TPBIS di Jawa Timur

​Hingga tahun 2025, program TPBIS di Jawa Timur menunjukkan perkembangan yang sangat menggembirakan dengan menjangkau 38 kabupaten/kota dan 414 desa/kelurahan. Keberhasilan ini merupakan akumulasi dari Program PerpuSeru (2014-2018), Program TPBIS Perpusnas (2019-2025), serta Program Replikasi Jawa Timur (2023–2025). 

​Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi periode 1 Januari hingga 31 Mei 2026, tercatat kontribusi nyata dari berbagai pihak:

  • ​2.995 kegiatan pelibatan masyarakat berupa promosi dan pelatihan;
  • ​1.152 advokasi berupa dukungan dana maupun non-dana (narasumber, bantuan barang, regulasi);
  • Peningkatan layanan informasi secara mandiri dengan Tersedianya lebih dari 2,2 juta eksemplar buku cetak, 404 ribu koleksi buku digital, dukungan internet sebesar 20.655 bandwidth, serta 597 unit komputer;
  • ​Publikasi: Tercatat 3.677 publikasi di berbagai media untuk memperluas gaung program ini.
Kolaborasi Nyata Stakeholder

​Meskipun di tengah efisiensi anggaran, Disperpusip Jatim terbukti mampu mengimplementasikan program secara kreatif melalui kolaborasi. Beberapa dampak nyata sinergi yang dirasakan langsung oleh masyarakat, antara lain: 

  1. ​Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur yang telah berkolaborasi dalam kegiatan podcast keliling dan pelatihan keterampilan ke perpustakaan pedesaan/UKM;
  2. Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Timur yang telah mendukung pengembangan budidaya perikanan di perpustakaan desa;
  3. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur yang telah berkolaborasi dalam pengembangan hidroponik di beberapa perpustakaan;
  4. PT Bank Jatim Tbk yang memberikan bantuan CSR untuk meningkatkan layanan perpustakaan gazebo literasi serta peralatan elektronik lainnya;
  5. PT Petrogas Jatim Utama Cendana (PJUC) yang memberikan bantuan CSR berupa panel surya untuk gazebo literasi beserta sarana prasarana untuk perpustakaan desa/kelurahan replikasi TPBIS Jawa Timur;
  6. PT SIER yang turut serta memberikan bantuan CSR untuk gazebo literasi.
  7. PT BPR Jatim yang memberikan mesin peracik kopi untuk pelatihan program TPBIS;
  8. PT Jamkrida Jatim yang memberikan bantuan CSR berupa rak buku untuk perpustakaan desa;
  9. IKAPI Jatim yang memberikan bantuan buku digital untuk perpustakaan desa.
Fokus Diskusi dan Rencana ke Depan

​Selain pemaparan capaian oleh Kepala Disperpusip Jatim, pertemuan ini juga menghadirkan sesi diskusi panel yang diisi oleh narasumber dari Tim Sinergi PT Jamkrida Jatim, PT Pelindo Regional 3, FPPTI Jatim, dan Diskop UKM Jatim dengan tema Penguatan Kolaborasi Pemangku Kepentingan dalam Mendukung Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial di Jawa Timur

Melalui pertemuan ini, diharapkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Kegemaran Membaca di Jawa Timur dapat terus melonjak naik. Acara diakhiri dengan penandatanganan berita acara Tim Sinergi Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat kolaborasi dan dukungan antar pemangku kepentingan. Melalui sinergi yang telah terbangun, diharapkan seluruh program dan kegiatan TPBIS ke depan dapat berjalan dengan lancar, optimal, serta memberikan manfaat nyata bagi pengembangan literasi dan pemberdayaan masyarakat di Jawa Timur. (red/DK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *