Perkuat Sinergi Lintas Lembaga, Disperpusip Jatim Lakukan Penyusunan Naskah Kerja Sama

SURABAYA — Upaya memperkuat ekosistem literasi dan layanan perpustakaan terus dilakukan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur (Disperpusip Jatim) melalui penyusunan naskah kerja sama dengan berbagai mitra baik di dalam maupun di luar Provinsi Jawa Timur. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring ini bukan sekadar agenda administratif, melainkan langkah konkret dalam membangun sinergi lintas lembaga untuk meningkatkan kualitas layanan, pengembangan sumber daya manusia, serta memperluas akses pengetahuan bagi masyarakat.

Rangkaian kegiatan dimulai pada 7 April 2026, ketika Disperpusip Jatim menjalin komunikasi intensif dengan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya dan UIN Madura. Pada tahap ini, pembahasan difokuskan pada penguatan layanan perpustakaan berbasis teknologi informasi, sebuah kebutuhan penting di tengah percepatan transformasi digital. Kolaborasi ini diharapkan mampu menghadirkan layanan yang lebih adaptif dan mudah diakses oleh sivitas akademika maupun masyarakat luas.

Selanjutnya pada 9 April 2026, kerja sama diperluas bersama Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya dan Universitas Pendidikan Indonesia. Diskusi tidak hanya menyentuh aspek layanan perpustakaan, tetapi juga pengembangan sumber daya manusia di bidang literasi, pendidikan, dan penelitian. Hal ini sejalan dengan tujuan kerja sama yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat melalui sinergi kelembagaan.

Momentum kolaborasi berlanjut pada 14 April 2026 bersama Politeknik Perkeretaapian Indonesia dan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. Pertemuan ini menegaskan pentingnya keterbukaan akses informasi serta penguatan jaringan layanan perpustakaan bagi sivitas akademika. Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan akses terhadap koleksi dan sumber informasi dapat semakin luas dan merata.

Kegiatan berlanjut pada 17 April 2026 melalui kerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kepulauan Riau. Berbeda dari sebelumnya, kolaborasi ini memiliki fokus khusus pada pelestarian naskah kuno Nusantara, mulai dari pertukaran informasi, alih media digital, hingga kajian ilmiah terhadap naskah tersebut. Langkah ini menjadi bagian penting dalam menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat basis pengetahuan lokal.

Secara keseluruhan, ruang lingkup kerja sama yang dibangun mencakup berbagai aspek strategis, seperti peningkatan layanan perpustakaan, bimbingan dan konsultasi, kegiatan akademik, penguatan budaya literasi, hingga pengembangan koleksi digital dan preservasi berbasis teknologi informasi. Program-program ini dirancang untuk memberikan manfaat nyata, baik bagi institusi maupun masyarakat luas, terutama dalam memperluas akses informasi dan meningkatkan minat baca.

Ke depan, Disperpusip Jawa Timur berkomitmen untuk terus melanjutkan inisiatif ini dengan menjalin kerja sama bersama mitra lainnya. Langkah berkelanjutan ini menjadi bukti bahwa transformasi layanan perpustakaan tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi yang kuat, terarah, dan berkesinambungan.

Melalui sinergi yang terbangun, diharapkan perpustakaan tidak hanya menjadi pusat informasi, tetapi juga menjadi motor penggerak peningkatan literasi, inovasi, dan pengelolaan pengetahuan di tengah masyarakat. (binpus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *