SURABAYA, 30 April 2026 — Dinamika dunia perbukuan di Jawa Timur saat ini masih dihadapkan pada sejumlah tantangan yang perlu diperhatikan. Tantangan tersebut seperti masih terbatasnya akses ketersediaan buku yang merata, tingginya potensi pelanggaran hak cipta seperti plagiasi, hingga perkembangan teknologi yang menuntut adaptasi terhadap transformasi digital. Kondisi ini menjadi salah satu alasan pentingnya kolaborasi kuat antara pemangku kepentingan untuk membangun ekosistem perbukuan yang sehat dan berkelanjutan.
Menjawab tantangan tersebut, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur (Disperpusip Jatim) terus mendorong penguatan ekosistem literasi melalui kolaborasi strategis dengan para penerbit. Hal ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Seminar Prospek Perbukuan Jawa Timur yang menjadi ruang temu antara pelaku industri perbukuan dan pengelola perpustakaan di Jawa Timur. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperkuat sinergitas antara penerbit dan perpustakaan sebagai poros utama dalam ekosistem literasi, sekaligus mendukung terwujudnya visi Jawa Timur sebagai East Java Center of Literacy.
Dalam sambutannya, Ketua Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Jawa Timur menyampaikan bahwa industri perbukuan nasional, khususnya Jawa Timur, menunjukkan tren yang positif dan kembali bergairah dan pentingnya adaptasi yang dilakukan oleh penerbit. Hal ini ditandai dengan kembali munculnya penerbit baru yang ada di Jawa Timur dan meningkatnya produktivitas penerbit dalam hal penerbitan.
“Perlunya adaptasi yang kita lakukan sebagai penerbit dalam menjawab tantangan transformasi digital dan kolaborasi dengan pemerintahan untuk meningkatkan akses ketersediaan buku yang dapat bermanfaat untuk masyarakat,” ucapnya.
Lebih lanjut, Ketua Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Pusat juga menjelaskan bagaimana masyarakat saat ini mempunyai minat baca yang tinggi serta kolaborasi antara penerbit dan perpustakaan perlu didorong untuk meningkatkan pemerataan akses bacaan di masyarakat.
“Sebenarnya yang perlu diperhatikan bahwa masyarakat Indonesia tidak rendah dalam hal minat baca namun kebiasaan membaca. Dan kebiasaan membaca ini perlu ditingkatkan dengan kolaborasi antar perpustakaan dan penerbit serta berbagai pihak terkait untuk menyediakan akses buku dengan lebih luas dan merata,” jelasnya.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur juga menegaskan bahwa sinergi antara penerbit dan perpustakaan merupakan kunci dalam meningkatkan kualitas literasi masyarakat. Perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai penyedia layanan informasi, tetapi juga sebagai penghubung antara kebutuhan masyarakat dengan ketersediaan bahan bacaan yang relevan dan berkualitas.
“Sinergitas antar penerbit dan perpustakaan di Jawa Timur perlu terus diperkuat untuk meningkatkan literasi masyarakat secara berkelanjutan,” tegasnya.
Lebih lanjut, sinergi ini juga diarahkan untuk memperkuat implementasi kebijakan strategis di bidang perpustakaan dan perbukuan. Salah satunya melalui optimalisasi serah simpan karya cetak dan karya rekam, yang menjadi instrumen penting dalam menjamin pelestarian dan ketersediaan koleksi terbitan lokal Jawa Timur.

Selain itu, kolaborasi dengan penerbit diharapkan mampu mendukung pengembangan koleksi perpustakaan yang lebih berkualitas, relevan, dan sesuai dengan kebutuhan pemustaka. Dengan keterlibatan langsung penerbit, proses kurasi dan pemilihan bahan pustaka dapat dilakukan secara lebih terarah dan berbasis kebutuhan pengguna.
Dalam konteks transformasi digital, Disperpusip Jatim juga terus mengembangkan layanan perpustakaan digital sebagai upaya memperluas akses literasi bagi masyarakat. Sinergi dengan penerbit menjadi penting untuk memastikan ketersediaan konten digital yang legal, berkualitas, dan mudah diakses oleh masyarakat luas.
Seminar ini diikuti oleh para penerbit Jawa Timur yang tergabung dalam Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Jawa Timur serta Dinas Perpustakaan kabupaten/kota se-Jawa Timur. Kegiatan dilaksanakan secara hybrid dengan melibatkan 38 perpustakaan daerah kabupaten/kota. Melalui kegiatan ini, Disperpusip Jatim berharap terbangun kolaborasi yang lebih konkret dan berkelanjutan, tidak hanya dalam forum diskusi, tetapi juga dalam implementasi program-program nyata yang berdampak langsung pada peningkatan budaya literasi masyarakat.
Ke depan, penguatan sinergi antara pemerintah, penerbit, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu mengakselerasi terwujudnya Jawa Timur sebagai pusat literasi yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan di tingkat nasional. (dpp)

