PERKUAT SINERGI DAERAH, DISPERPUSIP JATIM JADI RUJUKAN PELESTARIAN NASKAH KUNO

Surabaya, 13 April 2025 – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur (Disperpusip Jatim) kembali menegaskan perannya sebagai pusat rujukan dalam pengelolaan perpustakaan dan pelestarian naskah kuno di Jawa Timur. Hal ini tercermin dalam kunjungan studi komparasi sekaligus penjajakan kerja sama Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lamongan (Arpusda Lamongan) ke kantor Disperpusip Jatim di Surabaya, Senin (13/4).

Rombongan yang dipimpin langsung oleh Kepala Arpusda Lamongan beserta jajaran disambut oleh Kepala Dinas, para kepala bidang, serta staf Disperpusip Jatim. Kunjungan ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan langkah strategis untuk memperkuat sinergi antarlembaga dalam menjawab tantangan pengelolaan perpustakaan dan kearsipan di era transformasi digital.

Dalam forum diskusi, Kepala Disperpusip Jatim, Ir. Tiat S. Suwardi, M.Si., menekankan pentingnya kolaborasi aktif antarpemerintah daerah, khususnya dalam upaya pelestarian naskah kuno. Ia menegaskan bahwa koordinasi yang solid menjadi fondasi utama dalam menyamakan persepsi serta mempercepat upaya pelestarian naskah kuno yang banyak dimiliki masyarakat.

“Koordinasi dan kolaborasi menjadi kunci dalam mempercepat pelestarian naskah kuno, termasuk dalam proses identifikasi dan perlindungan koleksi yang tersebar di masyarakat,” ujarnya.

Diskusi berlangsung dinamis dengan pembahasan berbagai tantangan di lapangan, mulai dari identifikasi naskah kuno, pengelolaan koleksi, hingga proses pendaftaran naskah. Disperpusip Jatim juga membagikan pengalaman dalam merumuskan kebijakan yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat di tengah perkembangan zaman.

Salah satu fokus utama dalam pertemuan ini adalah strategi pengelolaan dan pelestarian naskah kuno. Disperpusip Jatim memaparkan secara komprehensif langkah-langkah pelestarian, mulai dari pendataan, pendaftaran, hingga digitalisasi sebagai bentuk perlindungan jangka panjang terhadap warisan budaya.

Naskah kuno tidak hanya dipandang sebagai dokumen historis, tetapi juga sebagai warisan budaya bernilai tinggi yang merekam ingatan kolektif bangsa. Oleh karena itu, pengelolaannya harus dilakukan secara profesional, sistematis, dan berkelanjutan.

Kepala Arpusda Lamongan, Umuronah, S.ST., M.Kes. menyampaikan bahwa pihaknya ingin memperkuat kapasitas daerah melalui pembelajaran dari Disperpusip Jatim.

“Kami ingin belajar lebih banyak dari Disperpusip Jatim. Sebagai mitra, kolaborasi menjadi penting karena potensi naskah kuno di Lamongan sangat besar,” ungkapnya.

Naskah kuno yang telah berhasil dialihmediakan oleh Disperpusip Jawa Timur di Kabupaten Lamongan antara lain Layang Anbiya dan Babad Tanah Jawa pada tahun 2022. Layang Anbiya merupakan karya sastra Jawa-Islami berbentuk tembang macapat yang memuat kisah sejarah para nabi, mulai dari Nabi Adam hingga Nabi Muhammad SAW. Sementara itu, Babad Tanah Jawa adalah kumpulan naskah babad berbahasa Jawa dalam bentuk tembang macapat yang mengisahkan silsilah raja-raja di tanah Jawa. Kedua naskah tersebut menjadi bukti bahwa Kabupaten Lamongan memiliki potensi besar sebagai daerah yang kaya akan warisan naskah kuno, sehingga perlu terus diupayakan pelestariannya secara berkelanjutan.

Selain berdiskusi, Arpusda Lamongan juga memanfaatkan kunjungan ini sebagai ajang konsultasi teknis guna memperoleh referensi kebijakan serta praktik terbaik yang dapat diimplementasikan di daerahnya. Pertukaran ide dan pengalaman berlangsung interaktif, mencerminkan komitmen bersama dalam peningkatan kualitas pengelolaan perpustakaan dan kearsipan.

Kunjungan kerja ini menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen antara pemerintah provinsi dan kabupaten dalam membangun ekosistem literasi yang kokoh di Jawa Timur. Sinergi yang terjalin diharapkan mampu mempercepat implementasi berbagai program strategis, khususnya di bidang perpustakaan dan kearsipan. Dengan peran aktif Disperpusip Jatim sebagai pembina dan rujukan, serta dukungan dari pemerintah daerah, pengelolaan perpustakaan dan pelestarian naskah kuno di Jawa Timur diharapkan semakin maju, profesional, dan berkelanjutan.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa kolaborasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan dalam menjaga warisan budaya sekaligus menghadirkan layanan perpustakaan yang relevan di tengah arus perkembangan zaman. (wdp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *