SURABAYA, 10 Maret 2026 – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Jawa Timur kembali membuka layanan baru bagi para pemustaka. Layanan baru tersebut dengan menyediakan Ruang Diskusi secara gratis.
Kepala Disperpusip Jatim, Ir. Tiat S. Suwardi, MSi mengatakan, lembaga yang dipimpinnya membuka layanan ruang diskusi sederhana bagi para pemustaka. Jumlahnya ada tiga ruang. Jika pemustaka bingung mencari tempat sebagai tempat berdiskusi maka bisa memanfaatkan ruang tersebut.
“Kami membuka ruang tersebut bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan sebagai ruang diskusi,” kata Kepala Disperpusip Jatim, Ir. Tiat S. Suwardi, MSi di kantornya, Jl. Menur Pumpungan 32 Surabaya, Selasa (10/3/2026).
Mantan Pjs. Bupati Ngawi tersebut menjelaskan, layanan tersebut diberikan tak berbayar alias gratis. Masyarakat atau pemustaka dapat memanfaatkan ruangan tersebut sebagai tempat untuk mendiskusikan berbagai macam topik.
“Jadi ruang diskusi ini berfungsi sebagai wadah kolaboratif yang kondusif untuk bertukar pikiran, memecahkan masalah, dan mengambil keputusan strategis,” urainya.
Dirinya menjelaskan, fasilitas yang diberikan berupa layar televisi sebagai media presentasi. Selain itu, ruang berAC dan terdapat akses wifi. Dirinya berharap tempat tersebut menjadi sarana untuk peningkatan kemampuan berpikir kritis bagi pemustaka. Selain itu juga mampu memperluas wawasan, penguatan kerjasama tim, pengembangan keterampilan komunikasi, serta meningkatkan kreativitas melalui pertukaran ide yang dinamis.
“Intinya, tempat tersebut sebagai wadah untuk memecahkan masalah. Lalu, sebagai tempat efektif untuk membahas isu-isu penting dan mencari solusi bersama,” jelasnya.
Selain itu, sebut Tiat, dalam pertukaran Ide dan gagasan tempat tersebut diberikan untuk memfasilitasi kolaborasi dan pertukaran pendapat, terutama bagi mahasiswa, pelajar atau masyarakat umum.
“Yang lebih penting juga, pemustaka bisa terbantu untuk mendapatkan tempat diskusi dan memperdalam pemahaman materi atau topik tertentu yang ingin didiskusikan. Sehingga, ketika mereka membutuhkan referensi buku tidak bingung mencari literasi buju-bukunya,” katanya.
“Tapi yang jauh lebih penting, ruang diskusi tersebut untuk memberikan suasana kondusif, baik fisik maupun virtual sebagai tempat diskusi,” imbuhnya.
Perempuan yang pernah menjabat sebagai Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Jatim tersebut kembali menjelaskan, untuk caranya pemustaka bisa mengisi formulir pendaftaran melalui link bio di instagram Disperpusip Jatim. Pemustaka bisa menetapkan jadwal peminjaman ruang diskusi yang diinginkan.
“Kami segera menkonfirmasi permohonan tersebut. Jika kosong maka pemustaka langsung bisa memanfaatkan ruang tersebut,” ucapnya.
Dirinya berharap, melalui layanan ruang diskusi tersebut dapat memberikan kenyamanan bagi para pemustaka dalam memanfaatkan lembaganya sebagai tempat pembelajaran sepanjang hayat.
“Langkah ini bertujuan untuk mengubah peran perpustakaan tidak hanya sebagai tempat membaca, tetapi juga sebagai pusat interaksi, pertukaran informasi, dan kreativitas bagi pemustaka. Terpenting, kami akan terus berinovasi dalam memberikan layanan kepada masyarakat,” pungkasnya.(*)

