Sambut Ramadan 1447 H Disperpusip Jatim dan Masjid Nasional Al Akbar Surabaya Hadirkan Healing Ramadan

Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur (Disperpusip Jatim) bekerja sama dengan Masjid Nasional Al Akbar Surabaya menyambut bulan suci Ramadan 1447 H dengan menggelar kegiatan “Healing Ramadan” dengan tagline “Sehat Jiwa, Kuat Raga”. Program kerja sama ini berupa rangkaian kegiatan yang berisikan pameran naskah kuno yang merepresentasikan khazanah intelektual Islam Nusantara, ulama dan pondok pesantren di Jawa Timur beserta kiprahnya, tradisi Ramadan ala Jawatimuran, serta arsip-arsip kegiatan Ramadan di Jawa Timur. Pameran ini akan digelar selama satu bulan penuh sepanjang Ramadan di area Masjid Nasional Al Akbar Surabaya.

Kerja sama ini digagas dalam pertemuan yang dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur, Ir. Tiat S. Suwardi, M.Si., serta Sekretaris Badan Pelaksana Pengelola (BPP) Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Helmy M. Noor pada Jumat, 23 Januari 2025.

Tiat mengatakan sejatinya kerja sama ini adalah upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur menghadirkan literasi dalam kehidupan masyarakat, khususnya melalui ruang-ruang publik strategis seperti masjid.

“Masjid dalam sejarah peradaban Islam berperan sebagai pusat ibadah, pusat ilmu pengetahuan, dan pusat kebudayaan. Dengan kerja sama ini kami ingin merefleksikan kembali fungsi masjid sebagai ruang literasi dan peradaban, terutama di bulan Ramadan,” ujar Tiat.

Tiat menjelaskan, pameran Healing Ramadan di lingkungan masjid adalah langkah strategis pendekatan multikultural yang efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian warisan intelektual dan dokumenter masyarakat Jawa Timur.

“Naskah kuno dan arsip bukan hanya benda kuno melainkan sumber nilai, ilmu, dan keteladanan. Dengan menghadirkannya di Masjid Al Akbar, kami ingin masyarakat merasakan Ramadan yang tidak hanya khusyuk secara ritual, tetapi juga mencerahkan secara intelektual dan spiritual,” imbuhnya.

Tema “Healing Ramadan: Sehat Jiwa, Kuat Raga” dipilih sebagai refleksi atas kebutuhan masyarakat modern akan keseimbangan antara kesehatan mental, spiritual, dan fisik. Melalui pameran berbasis literasi, budaya, dan arsip, Ramadan dihadirkan sebagai momentum pemulihan dan penguatan batin.

Sekretaris Badan Pelaksana Pengelola (BPP) Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Helmy M. Noor, menyambut baik sinergi dengan Disperpusip Jatim. Menurutnya, masjid harus terbuka terhadap kegiatan edukatif yang memperkaya pemahaman jamaah terhadap Islam dan sejarahnya.

“Masjid Al Akbar siap menjadi ruang dakwah yang inklusif, tidak hanya melalui mimbar, tetapi juga melalui literasi, sejarah, dan budaya. Pameran ini sejalan dengan misi kami untuk menghadirkan Islam yang menenangkan, mencerahkan, dan menumbuhkan kesadaran,” ungkap Helmy.

Ia menambahkan bahwa konsep Healing Ramadan sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini.

“Ramadan adalah waktu terbaik untuk menata kembali jiwa. Melalui pameran ini, jamaah tidak hanya beribadah, tetapi juga diajak merenungi perjalanan sejarah dan tradisi Islam yang penuh hikmah,” katanya.

Tiat menegaskan bahwa pameran naskah kuno ini juga menjadi bagian dari upaya edukasi publik tentang pentingnya pelestarian manuskrip.

“Naskah kuno adalah rekam jejak pemikiran ulama dan masyarakat masa lalu. Dengan menampilkannya di ruang publik religius seperti masjid, kami ingin mendekatkan kembali umat kepada akar intelektual Islam yang moderat dan berbudaya,” jelasnya.

Untuk menjaga keamanan dan kelestarian, naskah akan ditampilkan sesuai standar konservasi, dilengkapi dengan narasi edukatif dan dokumentasi digital.

Selain naskah kuno, pameran ini juga mengangkat tradisi-tradisi Ramadan yang hidup di tengah masyarakat Jawa Timur. Tradisi seperti tadarus Al-Qur’an, ngabuburit, pembagian takjil, sahur bersama, hingga kegiatan keagamaan di pesantren ditampilkan sebagai bagian dari ingatan kolektif umat.

Melalui pendekatan arsip dan dokumentasi, tradisi Ramadan diposisikan sebagai warisan budaya tak benda yang perlu dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.

“Tradisi Ramadan adalah kekayaan budaya sekaligus spiritual. Dengan mendokumentasikan dan memamerkannya, kami ingin menegaskan bahwa tradisi ini adalah bagian penting dari identitas masyarakat Jawa Timur,” ujar Tiat.

Pameran ini juga menghadirkan arsip-arsip sejarah yang merekam perjalanan Pembangunan  Masjid Nasional Al Akbar Surabaya dan kehidupan keagamaan di Jawa Timur. Arsip berupa foto, dokumen kegiatan, serta catatan sejarah disajikan sebagai media edukasi publik.

Menurut Kepala Disperpusip Jatim, arsip berperan dalam pembangunan kesadaran sejarah masyarakat.

“Arsip adalah memori kolektif bangsa dimana penghadiran kegiatan merekam kegiatan keagamaan  di masjid dan menumbuhkan kesadaran pentingnya merawat arsip” tegasnya.

Pameran Healing Ramadan direncanakan berlangsung selama satu bulan penuh sepanjang Ramadan, menyesuaikan dengan aktivitas ibadah jamaah Masjid Nasional Al Akbar Surabaya. Penataan ruang pamer dirancang selaras dengan suasana masjid dan tidak mengganggu kekhusyukan ibadah.

Melalui kolaborasi ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap dapat menghadirkan Ramadan yang lebih bermakna. Ramadan yang menyehatkan jiwa, menguatkan raga, serta memperkokoh literasi dan kesadaran sejarah masyarakat.

One Comment on “Sambut Ramadan 1447 H Disperpusip Jatim dan Masjid Nasional Al Akbar Surabaya Hadirkan Healing Ramadan”

Tinggalkan Balasan ke Agustina Maria Ulfa Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *