Banyak hal yang sudah dilakukan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur untuk meningkatkan minat baca dan perilaku gemar membaca masyarakat di Jawa Timur. Antara lain dengan menambah jenis layanan perpustakaan di masyarakat, menambah layanan mobil perpustakaan keliling, layanan ekstensi, pemberian hibah buku pada perpustakaan Desa/Kelurahan, mengadakan lomba perpustakaan, mendorong perpustakaan kabupaten/kota untuk selalu menambah koleksi buku, baik buku phisik maupun buku digital, Sekarang sedang dilakukan bimbingan akreditasi perpustakaan perpustakaan di kab/kota provinsi jawa timur.

Jika kita lihat trend indek minat baca masyarakat jawa timur selalu meningkat setiap tahun. Tahun 2013 indeks minat baca masyarakat baru ada diposisi 43%, pada tahun 2014 naik menjadi 56%, kemudian pada tahun 2016 naik lagi menjadi 69,75%, hal ini menunjukkan bahwa sebenarnya keinginan untuk melakukan aktivitas membaca warga jawa timur cukup tinggi dan merupakan perkembangan yang menggembirakan.

Meskipun di level provinsi indeks minat baca masyarakat jawa timur meningkat, namun hal ini dirasakan sebagai tantangan karena hadirnya teknologi gadget atau smartfon yang makin banyak penggunaannya di masyarakat. Di era digital sekarang ini, dimana perkembangan minat baca masyarakat harus lebih diperhatikan. Saat ini, kesulitan yang dihadapi untuk menumbuhkan perilaku gemar membaca masyarakat bertambah berat,  ini disebabkan banyaknya tawaran berbagai program tontonan dari televisi nasional maupun lokal, belum lagi pengaruh meningkatnya akses/layanan internet di jawa timur sehingga masyarakat banyak menghabiskan waktunya di dunia maya bercanda melalui media sosial, langsung atau tidak langsung menyebabkan animo masyarakat untuk membaca dan mengunjungi perpustakaan akan menurun. Adapun Kegiatan ini dilakukan untuk mempelajari singkronisasi atau keselarasan antara laporan akhir kajian minat baca masyarakat jawa timur tahun 2019 dengan program dan kegiatan dinas perpustakaan dan kearsipan provinsi jawa timur tahun 2019.

Menumbuhkan dan mengembangkan minat baca. Dan perilaku gemar membaca merupakan uoaya yang tidak mudah dan tidak dapat dilakukan secara instan. Untuk membangun prilaku gemar membaca, terlebih dahulu perlu dimunculkan minat atau ketertarikan pada diri seseorang untuk mengenal bacaan, dan kemudian melakukan aktivitas membaca, Seorang siswa atau anak-anak tidak bisa terbangun perilaku gemar membacanya jika dia tidak tertarik atau senang dengan hal yang berkaitan dengan bacaan maupun kegistsn membaca.

Selain subjek yang bersangkutan harus tertarik (interest), diperlukan persemaian tumbuhnya sikap positif terhadap hal-hal yang berkaitan dengan membaca. Seperti jenis bacaan apa saja yang menarik minatnya, ketersediaan fasilitas membaca  dilingkungan, maupun aktifitas membaca itu sendiri. Oleh karena itu aspek minat baca tidak bisa dilepaskan dari segala jenis upaya yang ingin dilakukan untuk menumbuhkan dan mengembangkan perilaku membaca. Ditingkatan keluarga, memberi reward, memberi contoh yang baik, mengkondisikan lingkungan yang familiar terhadap kegiatan membaca, dan lain sebagainya adalah hal-hal yang lazim dikembangkan oleh keluarga dan orang tua untuk menumbuhkan perilaku gemar membaca pada anak sejak dini.

Selain itu, minat, kebiasaan dan perilaku gemar membaca juga tidak mungkin bisa terbangun jika tidak ada pihak pihak selain keluarga, seperti institusi pendidikan, perpustakaan dan pemerintah dalam bentuk penyediaan ruang dan kesempatan, yang ikut menstimulasi dan mendorong kearah terbentuknya bibit-bibit perilaku gemar membaca. Dengan menyadari pentingnya memotivasi, serta cara-cara memotivasi yang tepat maka perilaku dan kebiasaan membaca berpeluang untuk direkayasa menjadi aktivitas yang menyenangkan. Sebagai aktivitas yang menyenangkan, membaca akan dijalani dengan penuh ketertarikan tanpa ada unsur keterpaksaan karena dilakukan dengan sadar serta adanya kesukarelaan. Oleh karena itu untuk melakukan social enginering, membangun kebiasaan dan perilaku gemar membaca, secara teoritik perlu dipahami koncep minat baca, motif (motivasi/dorongan), kebiasaan gemar membaca sehingga pemilihan strategi dan bentuk-bentuk rekayasa sosial serta intervensi yang dikembangkan dapat menghasilkan suatu aktivitas membaca yang ter-internalizet dan terjaga seumur hidup. Kerangka konseptual ini berisi tentang konsep-konsep yang berkaitan dengan minat baca serta konsep lainnya sebagai kerangka berfikir untuk menjawab permasalahan. Menurut Schiefele, konsep minat memiliki tradisi panjang dalam psikologi dan dapat ditelusuri kembali ke hebart (1806/1965, 1841/1965) salah satu pelopor awal modren. Herbart menyempurnakan pengertian minat bersama Kerschensteiner (1922) dan Lunk (1926, 1927) sehingga menghasilkan pengertian minat dengan memasukkan teori motivasi kontemporer di dalamnya, yaitu diantaranya :

  • Minat adalah konsep konten yang spesifik yang dapat digunakan pada suatu topik, tugas dan kegiatan;
  • Minat adalah kekuatan direktif yang menyangkut motivasi intrinsik.

Dalam objek penelitian dipaparkan bahwa dari 38 Kabupaten/Kota di Jawa Timur, terpilih 9 Kabupaten/Kota yang menjadi lokasi Penelitian :

  1. Kota Surabaya
  2. Kota Malang
  3. Kabupaten Jember
  4. Kota Pasuruan
  5. Kota Kediri
  6. Kota Madiun
  7. Kabupaten Bangkalan
  8. Kabupaten Tuban
  9. Kabupaten Situbondo

Angka Minat Baca Masyarakat Jawa Timur 5 tahun terakhir :

Tahun 2014
Tahun 2015
Tahun 2016
Tahun 2017 Tahun 2019
56 % 65 % 69,75 % 72 % 73,6 %
URAIAN Rupiah
BELANJA RUTIN 9.188.581.000
SEKRETARIAT 9.188.581.000
Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 3.005.556.000
Pelaksanaan Administrasi Perkantoran 3.005.556.000
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 4.180.975.000
Penyediaan Peralatan dan Kelengkapan Sarana dan Prasarana 2.294.770.000
Pemeliharaan Peralatan dan Kelengkapan Sarana dan Prasarana 1.886.205.000
Program Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Perangkat Daerah 1.260.025.000
Konsultasi Kelembagaan Perangkat Daerah 297.285.000
Pembinaan Sumber Daya Aparatur Perangkat Daerah 962.740.000
Program Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Dokumen Penyelenggaraan Pemerintahan 742.025.000
Penyusunan Dokumen Perencanaan 288.600.000
Penyusunan Laporan Hasil Pelaksanaan Rencana Program dan Anggaran 160.625.000
Penyusunan, Pengembangan, Pemeliharaan dan Pelaksanaan Sistem Informasi Data 81.300.000
Penyusunan Laporan Pengelolaan Keuangan 211.500.000
    BELANJA PEMBANGUNAN     6.102.387.000
URUSAN PERPUSTAKAAN 4.159.970.000
BIDANG PENGEMBANGAN SUMBER DAYA 2.400.000.000
Program Pengembangan dan Pembinaan Perpustakaan 2.107.583.000
Pembinaan Perpustakaan di Jawa Timur 1.517.440.000
Pendidikan Kemasyarakatan Produktif dalam Rangka Pengelolaan Perpustakaan 482.980.000
Perluasan Jaringan Perpustakaan 107.163.000
Program Pengembangan Penyelenggaraan Kearsipan 292.417.000
Pengkajian, Pengembangan Kearsipan 190.945.000
Perluasan Jaringan Kearsipan 101.472.000
BIDANG DEPOSIT, AKUISISI, PENGOLAHAN DAN PELESTARIAN BAHAN PERPUSTAKAAN 1.152.387.000
Program Pengembangan dan Pelestarian Bahan Perpustakaan 1.152.387.000
Pendayagunaan Koleksi Deposit 16.575.000
Penguatan Muatan Lokal dan Budaya Etnis 157.585.000
Akuisisi dan Alih Media 771.162.000
Pengolahan dan Pelestarian Bahan Perpustakaan 207.065.000
  BIDANG PELAYANAN PERPUSTAKAAN DAN INFORMASI   900.000.000
Program Peningkatan Mutu Layanan Perpustakaan 900.000.000
Pelayanan Perpustakaan 300.000.000
Pelayanan Ekstensi 94.223.000
Otomasi Perpustakaan 205.777.000
Publikasi dan Sosialisasi Minat dan Budaya Baca 300.000.000
URUSAN KEARSIPAN 1.650.000.000
BIDANG PEMBINAAN DAN PENGAWASAN KEARSIPAN 850.000.000
Program Perbaikan Sistem Administrasi Kearsipan 850.000.000
Pembinaan Orientasi Kearsipan 300.000.000
Pemasyarakatan Kearsipan 126.110.000
Pendidikan Kemasyarakatan Produktif Dalam Rangka Kearsipan 148.890.000
Pengawasan Kearsipan 175.000.000
Penilaian Kinerja Arsiparis 100.000.000
BIDANG PENYELAMATAN DAN PENDAYAGUNAAN KEARSIPAN 800.000.000
Program Penyelamatan, Pendayagunaan dan Pelayanan Arsip 800.000.000
Penilaian, Penyusutan, Akuisisi dan Pengolahan Arsip 263.207.000
Pemeliharaan dan Pelestarian Arsip 291.345.000
Pengolahan Jaringan Informasi Kearsipan Daerah (JIKD) 64.514.000
Layanan Kearsipan 180.934.000
   

Dari Jumlah anggaran sebesar Rp. 15.290.968.000,- yang diperuntukkan untuk pembangunan perpustakaan hanya sebesar Rp. 4.159.970.000,- tentu saja hal ini jauh dari cukup jika dibandingkan dengan jumlah Perpustakaan yang harus di bina diseluruh Jawa Timur ada sebanyak 27.788 yang terdiri dari :

Perpustakaan Desa
Perpustakaan Sekolah
Perpustakaan Perguruan Tinggi
Perpustakaan Rumah Ibadah
Perpustakaan Pondok Pesantren Perpustakaan Dinas / Instansi
:
:
:
:
: :
3.668
17.862
305
4.378
1.046      529  

Sesuai dengan Undang Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan bahwa salah satu tugas perpustakaan adalah mercerdaskan kehidupan bangsa, masuk dalam pendidikan, namun dalam pelaksanaannya di Jawa Timur anggaran pendidikan hanya masuk ke dinas pendidikan saja, untuk perpustakaan belum mendapat bagian dari dana pendidikan.

  • Kesimpulan :
    Bahwa Indeks minat baca masyarakat jawa timur sudah meningkat setiap tahunnya, namun peningkatannya belum signifikan, banyak hal yang menyebabkan kenaikkan indeks minat baca masyarakat jawa timur tidak signifikan, antara lain budaya, lingkungan, serta kebijkan anggaran dari pemerintah pusat maupun daerah.
  • Saran-saran :
    Untuk Meningkatkan Indeks minat baca masyarakat jawa timur secara signifikan perlu dilakukan hal-hal antara lain :
  1. Para orang tua memberi tauladan pada anak-anaknya memanfaatkan waktu luang dengan membaca;
  2. Sekolah Memberi penghargaan pada anak anak yang gemar membaca setiap tahunnya;

Pemangku kepentingan Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Kota se jawa Timur memberi perhatian lebih pada perpustakaan sesuai kewenangannya, dengan meningkatkan anggaran dinas Perpustakaan dan Kearsipan yang bersumber dari dana pendidikan sebagaimana diatur oleh Undang-Undang.

Artikel Oleh : NURIS AGUSTI, SH. M.Kn