Babad Besuki dan Cerita Aji Saka Menuju IKON 2026

SURABAYA – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Provinsi Jawa Timur mengusulkan Babad Besuki dan Cerita Aji Saka dalam Program Ingatan Kolektif Nasional (IKON) 2026 yang diselenggarakan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI). Kedua naskah tersebut telah dipresentasikan dalam Rapat Dewan Pakar IKON 2026 pada Selasa (18/8/2026).

Pengusulan kedua naskah tersebut merupakan bagian dari upaya Jawa Timur memperkenalkan dan memperkuat pengakuan terhadap naskah kuno sebagai sumber pengetahuan serta rekaman sejarah dan kebudayaan masyarakat.

Cerita Aji Saka diusulkan secara bersama oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten Malang, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surakarta, Universitas Indonesia, Pemerintah Desa Ngadas, serta Ngatono, pemilik naskah dari Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.

Sementara itu, Babad Besuki diusulkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Pemerintah Kabupaten Situbondo.

Cerita Aji Saka memiliki posisi penting dalam khazanah kebudayaan Jawa karena berkembang dalam berbagai versi dan diwariskan melalui tradisi lisan maupun manuskrip. Kisah tersebut tidak hanya berkaitan dengan tokoh legendaris, tetapi juga memuat narasi mengenai asal-usul aksara Jawa, kesetiaan, pengabdian, kepemimpinan, serta nilai-nilai kehidupan masyarakat.

Salah satu jejak penting tradisi Cerita Aji Saka di Jawa Timur terdapat dalamkebudayaan  masyarakat Tengger. Naskah Sěrat Aji Saka koleksi Ngatono dari Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, menjadi salah satu bukti keberadaan tradisi manuskrip Aji Saka yang berkembang di masyarakat.

Babad Besuki memiliki arti penting dalam penelusuran sejarah kawasan Besuki. Naskah tersebut merupakan bagian dari tradisi historiografi tradisional yang merekam berbagai peristiwa, tokoh, dinamika kekuasaan, serta kehidupan masyarakat di kawasan Besuki.

Pada tahap presentasi IKON 2026, setiap pengusul memperoleh waktu maksimal lima menit untuk menyampaikan nilai penting naskah yang diusulkan. Setelah seluruh paparan, kegiatan dilanjutkan dengan tanggapan dan diskusi bersama Dewan Pakar IKON.

Presentasi Cerita Aji Saka disampaikan langsung oleh Kepala Disperpusip Provinsi Jawa Timur, Ir. Tiat S. Suwardi, M.Si, sedangkan presentasi Babad Besuki disampaikan oleh Sekretaris Disperpusip Kab Situbondo Iddham Arum Bawana, S.STP, M.Si. Kesempatan tersebut menjadi ruang bagi Jawa Timur untuk menjelaskan nilai kesejarahan, kebudayaan, dan pengetahuan yang terkandung dalam kedua naskah kepada Dewan Pakar IKON.

Selain kedua naskah dari Jawa Timur tersebut, terdapat 14 usulan naskah kuno dari berbagai daerah di Indonesia yang mengikuti tahapan pemaparan di hadapan Dewan Pakar IKON 2026. Usulan tersebut antara lain Naskah Kuno Skriptorium Merapi Merbabu, Karya-Karya KH Ahmad Rifa’i, Naskah Kuno Sayyid Abdullah bin Iman Desa Tuyuhan Tahun 1755 M, Warisan Berharga Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, Lontara Kapita La Mattone, Hukum-Hukum Pelayaran Amanna Gappa, Syair Raja Siak, Sastra Ageng Adidarma, Surat-Surat Sisingamangaraja XII, karya-karya Syekh Abdus Samad Al-Palimbani, Sahaki Bulan, dan Serat Werna-Werni.

Penilaian terhadap usulan tersebut dilakukan oleh Tim Ahli dan Dewan Pakar IKON Perpusnas RI. Tahapan presentasi dan diskusi menjadi bagian dari proses penilaian sebelum penetapan Ingatan Kolektif Nasional.

Bagi Disperpusip Jatim, keikutsertaan dalam Program IKON tidak semata-mata ditujukan untuk memperoleh pengakuan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kesadaran masyarakat mengenai pentingnya manuskrip sebagai sumber pengetahuan dan rekaman kebudayaan.

Melalui pelestarian dan pemanfaatan naskah secara berkelanjutan, Disperpusip Jatim berupaya menjaga warisan dokumenter Jawa Timur agar tetap dapat dipelajari dan dimanfaatkan oleh generasi mendatang, sekaligus memperkuat kontribusi Jawa Timur dalam pelestarian ingatan kolektif bangsa. (wdp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *