Disperpusip Jatim Terima Studi Komparasi Mahasiswa Universitas Annuqayah, Perkuat Kolaborasi Pelestarian Naskah Pesantren

SURABAYA — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Provinsi Jawa Timur menerima kunjungan studi lapangan mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Annuqayah, Sumenep, Jumat (7/8). Kegiatan ini menjadi bagian dari studi komparasi kajian naskah pesantren untuk memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai filologi, pengelolaan, konservasi, dan pelestarian naskah kuno sebagai warisan intelektual bangsa.

Sebanyak 77 mahasiswa diterima Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur, Ir. Tiat S. Suwardi, M.Si., bersama jajaran pustakawan. Sementara itu, Universitas Annuqayah diwakili Kepala Pusat Studi Aswaja dan Naskah Pesantren, Muh. Ainur Ridha, M.Hum.

Dalam sambutannya, Tiat menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Universitas Annuqayah yang memilih Disperpusip Jatim sebagai lokasi pembelajaran lapangan. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah penting untuk menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap pelestarian naskah kuno sebagai bagian dari memori kolektif bangsa.”Kami menyambut baik kunjungan akademik ini. Naskah kuno tidak hanya memiliki nilai sejarah, tetapi juga menjadi sumber pengetahuan, budaya, dan peradaban yang harus dijaga keberlangsungannya. Melalui kegiatan ini, kami berharap mahasiswa memperoleh pengalaman langsung mengenai pengelolaan dan pelestarian naskah sehingga mampu berkontribusi dalam menjaga warisan intelektual bangsa,” ujarnya.Ia menambahkan, Disperpusip Jatim terus berkomitmen memperkuat program pelestarian bahan pustaka dan naskah kuno, termasuk koleksi yang berasal dari lingkungan pesantren.

Sementara itu, Muh. Ainur Ridha mengatakan, studi lapangan menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran karena mampu menghubungkan teori filologi yang dipelajari di kampus dengan praktik pengelolaan naskah di lapangan. Menurutnya, mahasiswa perlu memahami secara langsung tahapan identifikasi, inventarisasi, konservasi, preservasi, hingga digitalisasi naskah yang dilakukan lembaga pelestari.”Kami berharap pengalaman belajar ini dapat memperkaya wawasan mahasiswa sekaligus menumbuhkan kepedulian untuk ikut menjaga naskah-naskah pesantren sebagai bagian dari khazanah keilmuan Islam di Indonesia,” ujarnya.

Selama kunjungan, peserta memperoleh pemaparan mengenai tugas dan fungsi Disperpusip Jatim dalam pengelolaan perpustakaan serta pelestarian bahan pustaka, khususnya naskah kuno. Mahasiswa juga dikenalkan pada proses pengelolaan koleksi, mulai dari penerimaan, inventarisasi, penyimpanan, pengendalian kondisi ruang simpan, konservasi koleksi yang mengalami kerusakan, hingga digitalisasi sebagai upaya preservasi jangka panjang.

Selain mengikuti sesi materi, rombongan meninjau ruang penyimpanan koleksi dan fasilitas pelestarian naskah yang dimiliki Disperpusip Jatim. Kunjungan tersebut memberikan gambaran mengenai standar pengelolaan koleksi langka untuk menjaga kondisi fisik naskah agar tetap lestari dan dapat dimanfaatkan oleh generasi mendatang.

Disperpusip Jatim menyatakan akan terus membuka ruang kolaborasi dengan perguruan tinggi, lembaga pendidikan, komunitas, dan organisasi masyarakat dalam upaya memperkuat ekosistem literasi serta pelestarian warisan dokumenter. Melalui kerja sama tersebut, pemanfaatan koleksi diharapkan semakin luas sekaligus mendorong lahirnya generasi yang memiliki kompetensi dan kepedulian terhadap pelestarian naskah kuno. (*wdp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *