KEDIRI, 7-8 Mei 2026 – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur (Disperpusip Jatim) terus berupaya melakukan pelestarian manuskrip dan kitab kuno di lingkungan pesantren. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah bimbingan teknis (bimtek) preservasi dan alih media naskah kuno di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kabupaten Kediri.
Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai lanjutan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat pemilik naskah khususnya naskah milik Pondok pesantren dalam program pelestarian naskah kuno di Jawa Timur. Disperpusip Jatim melakukan pendampingan terhadap proses pelestarian fisik dan pelestarian informasi dua naskah dan dua puluh kitab kuno yang dimiliki Ponpes Al Falah Ploso. Kegiatan ini berlangsung dua hari 7-8 Mei 2026.
Tim Pelestarian Disperpusip Jatim hadir untuk memberikan pembinaan terkait tata cara pelestarian, penyimpanan, hingga proses digitalisasi atau alih media naskah kuno dan kitab kuno. Kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen Disperpusip Jatim dalam menjaga keberlangsungan informasi dan nilai sejarah yang terkandung dalam naskah-naskah kuno pesantren.
“Pesantren khususnya di Jawa Timur memiliki banyak khazanah intelektual berupa naskah kuno serta kitab-kitab kuning yang sangat penting untuk dijaga keberadaannya. Melalui bimtek ini, kami ingin berbagi pengetahuan proses pelestarian dilakukan dengan baik agar naskah tetap aman dan informasinya dapat diwariskan kepada generasi mendatang,” ujarnya.
Kegiatan pelestarian dilakukan dengan pembuatan portepel atau tempat penyimpanan naskah maupun koleksi langka atau kuno agar meminimalkan kerusakan fisik akibat faktor usia, kelembaban, maupun penanganan yang kurang tepat. Selain itu, dilakukan pula proses alih media sebagai langkah penyelamatan informasi melalui dokumentasi digital.
Kegiatan diterima langsung oleh Gus Thoif, Ketua 2 Maktabah Panji M. Rifa’i bersama penanggung jawab perpustakaan Pondok Pesantren Al Falah Ploso Kediri. Pihak pesantren menyambut baik pendampingan yang dilakukan Disperpusip Jatim karena dinilai membantu menjaga koleksi kitab dan naskah kuno yang selama ini menjadi bagian penting dari tradisi keilmuan pesantren.
Gus Thoif menyampaikan apresiasinya atas perhatian Disperpusip Jatim terhadap pelestarian manuskrip dan kitab klasik pesantren. Menurutnya, keberadaan naskah dan kitab kuno tidak hanya memiliki nilai sejarah, tetapi juga menjadi sumber ilmu pengetahuan dan identitas pesantren.
“Kami sangat berterima kasih atas pendampingan dari Disperpusip Jatim. Ini menjadi langkah penting agar naskah dan kitab kuno yang kami miliki dapat tetap terawat dan dikenal lebih luas,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Disperpusip Jatim berharap semakin banyak masyarakat baik perorangan maupun lembaga khususnya dunia pesantren, maupun masyarakat yang memiliki koleksi naskah kuno untuk turut aktif melakukan pelestarian. Upaya tersebut dinilai penting sebagai bagian dari menjaga memori kolektif dan warisan budaya bangsa, khususnya di Jawa Timur. (wdp)


