Tingkatkan Standar Layanan, Pustakawan dan Tenaga Perpustakaan Jawa Timur Dilatih Kembangkan Pembelajaran Berbasis Proyek,  Membaca Kritis, dan Promosi Kreatif

SURABAYA – Kamis (23/4), Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan kegiatan Workshop Peningkatan Kapasitas Pustakawan dan Tenaga Perpustakaan Tahun 2026. Dilaksanakan secara hybrid, kegiatan ini bertempat di Ruang Geo Mainhall, The Southern Hotel Surabaya, dengan tujuan memperkuat kompetensi pengelola perpustakaan agar mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi dan meningkatkan standar layanan literasi di sekolah.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur, Ibu Ir. Tiat S. Suwardi, M.Si. yang diwakili oleh Bapak Drs.Supratomo, M.Si. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peran perpustakaan sebagai jantung ekosistem literasi, terutama di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang mulai mengubah lanskap berbagai profesi informasi.

Selain workshop, juga disediakan stand buku dari penerbit Buka Buku Pustaka, di mana para peserta dapat melihat dan membeli buku yang menarik di area workshop.

Fokus Pembelajaran: Literasi Kritis Digital

Workshop yang diikuti oleh 65 peserta yang hadir secara luring dan 129 peserta secara daring dari lembaga SMA, SMK, dan MA di Jawa Timur ini menghadirkan narasumber ahli di bidangnya untuk memberikan materi yang aplikatif. Sesi pembelajaran dimoderatori oleh Bambang Prakoso, S.Sos., M.IP., Dosen Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, Ketua GPMB Jatim, dan pengurus IPI pusat.

Pembelajaran Berbasis Proyek

Disampaikan oleh Dr. Siti Hajar, S.Pd., M.A. TESOL, M.Ed. untuk membantu pengelola perpustakaan menciptakan program edukasi yang lebih interaktif, pembelajaran berbasis proyek merupakan pendekatan pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan keterlibatan peserta didik serta mengembangkan keterampilan abad ke-21. Perpustakaan dan pustakawan memiliki peran strategis dalam mendukung keberhasilan implementasi PBP melalui penyediaan sumber informasi, pendampingan literasi, serta kolaborasi dengan tenaga pendidik.

Pelatihan Membaca Kritis

“Pustakawan merupakan ujung tombak, agen pembawa perubahan. Agen transformasi digital, harus membuat orang aware, dengan diawali diri kita aware terlebih dahulu, mengetahui mana yang boleh dan tidak boleh kita lakukan,” tutur Prof. Dr. Dessy Harisanty, S.Sos., M.A.

Critical Information Literacy (CIL) adalah pendekatan yang mengajarkan pustakawan mendorong pemahaman informasi dan kemampuan berpikir kritis pengguna terhadap cara informasi dibuat dan digunakan (Tewell, 2016). Pustakawan berperan besar membantu masyarakat menyeleksi informasi, mengevaluasi sumber, dan memahami konteks informasi (Ramadani, Hayati, Putri, & Puspasari, 2025).

Promosi Perpustakaan

Tim Pustakawan Disperpusip Jatim, Luwitaningsari, S.Sos. dan Prima Aji Nugraha, S.IIP. membekali peserta dengan praktik pembuatan media promosi yang inovatif agar perpustakaan menjadi menarik untuk dikunjungi dan dimanfaatkan dengan baik.

Ibu Luwitaningsari menekankan tentang tiga kata kunci dalam promosi perpustakaan yaitu memperkenalkan, mengajak/membujuk, dan terencana. “Paket informasi yang diharapkan dapat mengakomodasi kebutuhan pribadi, family, karir dan profesi siswa. Sekolah yang memiliki kebutuhan khusus, misalnya paket informasi yang menyajikan informasi tentang program rehabilitasi untuk anak tuna daksa, informasi dikumpulkan dari koleksi yang ada di perpustakaan,” ujarnya.

Pada sesi praktik pembuatan bahan promosi, peserta diajak untuk mencoba membuat flyer melalui aplikasi Canva serta diberikan kiat dalam mencari ide melalui Pinterest.

Intermezzo

Peserta diajak untuk membuat quotes tentang Hari Buku Sedunia. Dalam penyaringan pemenang terbaik, dipilih enam peserta terbaik yang diberikan cenderamata dari Penerbit Buka Buku Pustaka. Rizka Pratiwi dari Al-Hikmah Boarding School Kota Batu, Juara 3 Pustakawan Berprestasi Nasional pada 2021 lalu, turut menjadi pemenang.

Selain peningkatan skill individu, workshop ini juga merupakan langkah strategis Disperpusip Jatim untuk mendorong jumlah perpustakaan sekolah yang memenuhi standar nasional melalui akreditasi. Melalui pembinaan ini, diharapkan para pustakawan dan tenaga perpustakaan dapat membawa semangat baru untuk berinovasi dan menjadikan perpustakaan sebagai garda terdepan pusat informasi bagi generasi masa depan.

Tim BINPUS (Pembinaan Perpustakaan) Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *