LESTARIKAN NASKAH KUNO, DISPERPUSIP JATIM SERAHKAN 29 PORTEPEL KEPADA PONPES BUNGKUK SINGOSARI 

MALANG – Upaya pelestarian naskah kuno sebagai bagian dari ingatan dan warisan masyarakat terus dijaga. Senin (27/4), Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur (Disperpusip Jatim) melalui Tim Pelestarian  Bidang Deposit, Pengembangan, dan Pelestarian menyerahkan sebanyak 29 kotak portepel naskah kuno atau manuskrip kepada Pondok Pesantren Miftahul Falah, Bungkuk, Singosari, Kabupaten Malang.

Penyerahan portepel ini bentuk nyata perhatian pemerintah dalam pelestarian fisik naskah kuno milik masyarakat khususnya di lingkungan pesantren dan melindungi khazanah intelektual ulama Nusantara. Eksistensi pelestarian naskah kuno juga tidak hanya melalui pelestarian dalam bentuk fisik seperti pemberian portepel, tetapi lebih dari itu. Ramadan lalu, Disperpusip Jatim menggelar pameran di Masjid Al-Akbar Surabaya selama 23 hari. Naskah Pondok Pesantren Miftahul Falah, Bungkuk, yang terdiri dari Kitab Tarekat Naqsabandiyah Mujaddadiyah Kholidyah, Kitab Kumpulan Doa, Kitab Campuran Akidah, Fikih, Tarekat, dan Naskah tentang keris, turut mengundang perhatian pengunjung.

Pengecekan ulang jumlah portepel yang akan diserahkan

Perwakilan Tim Pelestarian Disperpusip menjelaskan bahwa naskah kuno ulama atau warisan ponpes Bungkuk ini bukan sekadar dokumen lama, melainkan sumber pengetahuan dan keilmuan yang bernilai historis, budaya, dan keagamaan yang tinggi. “Naskah kuno warisan ulama, jika tidak dirawat dengan baik, kita akan kehilangan bagian penting dari identitas bangsa,” ujarnya.

Sebanyak 29 kotak portepel yang diserahkan dibuat khusus dengan bahan ramah kertas dan manuskrip yang mampu melindungi naskah dari kerusakan akibat faktor lingkungan dan human error. Dengan kotak portepel ini diharapkan usia naskah dapat diperpanjang dan dapat bertahan lebih lama. 

Serah terima portepel naskah kuno kepada pengurus pondok Pondok Pesantren Miftahul Falah Bungkuk

Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Falah yang diwakili Irfai menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan oleh Disperpusip Jatim. Ia menuturkan bahwa selama ini pihak pesantren menyimpan berbagai naskah kuno peninggalan para ulama, tetapi masih memiliki keterbatasan dalam hal sarana penyimpanan yang memadai.

“Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Naskah-naskah ini adalah warisan para masyayikh yang harus dijaga. Dengan adanya kotak portepel ini, kami lebih tenang karena naskah bisa tersimpan dengan lebih aman,” ungkapnya.

Ke depannya, tidak hanya pembuatan portepel, konservasi dan restorasi naskah Pondok Pesantren Miftahul Falah, Bungkuk, Singosari juga menjadi prioritas. Namun, kegiatan ini tentunya menyesuaikan ketersediaan alat dan bahan, mengingat biaya konservasi dan restorasi  yang sangat tinggi. Melalui sinergi antara pemerintah dan pondok pesantren, diharapkan nilai baik dan informasi yang terkandung di dalam naskah-naskah kuno ini dapat ditransformasikan ke anak cucu atau generasi mendatang. (wdp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *