Surabaya – Kamis (2/4), Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur (Disperpusip Jatim) menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Teknis Penyusunan Data Layanan Perpustakaan secara daring melalui Zoom Meeting sebagai upaya meningkatkan kapasitas pengelola perpustakaan dalam pengelolaan data layanan berbasis statistik. Kegiatan ini diikuti oleh pengelola perpustakaan tingkat SMA, SMK, dan SLB se-Jawa Timur.
Kegiatan menghadirkan narasumber Sri Purwati, S.Sos., M.Si., pustakawan Disperpusip Jatim, yang menyampaikan materi berdasarkan buku pedoman “Analisis Data Perpustakaan Berbasis Statistik” terbitan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Tahun 2024. Dalam paparannya, disampaikan bahwa data perpustakaan merupakan instrumen penting dalam mendukung perencanaan program, evaluasi kinerja layanan, serta penyusunan kebijakan pengembangan perpustakaan secara berkelanjutan.
Adapun potensi data perpustakaan yang perlu dikelola secara sistematis meliputi data koleksi perpustakaan, jenis koleksi, data layanan pemustaka, tenaga perpustakaan, sarana dan prasarana, sumber pendanaan perpustakaan, Nomor Pokok Perpustakaan (NPP), serta data Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM). Berdasarkan data yang disampaikan, nilai IPLM Provinsi Jawa Timur pada tahun 2025 mencapai angka 56,29.
Pada sesi diskusi, peserta menyampaikan berbagai pertanyaan terkait pengelolaan data koleksi hilang, digitalisasi pencatatan buku induk, mekanisme penginputan data koleksi pada aplikasi perpustakaan, serta optimalisasi penggunaan aplikasi Inlislite pada beberapa perangkat komputer. Narasumber menegaskan bahwa dokumentasi layanan yang tertata dengan baik dapat dijadikan sebagai data pendukung laporan statistik perpustakaan.
Materi kedua disampaikan oleh Miftachul Ilmi, S.Stat., Statistisi Disperpusip Jatim, dengan topik “Teknik Pengambilan Data Statistik Layanan Perpustakaan”. Dalam sesi tersebut dijelaskan pentingnya pencatatan statistik layanan secara berkala yang meliputi data pengunjung, peminjaman dan pengembalian koleksi, layanan referensi, kegiatan literasi, layanan promosi perpustakaan, hingga pengelolaan keluhan layanan. Disampaikan pula bahwa aktivitas membaca di tempat dapat dihitung sebagai kunjungan perpustakaan dan seluruh aktivitas layanan, termasuk layanan kepada masyarakat umum, perlu dicatat sebagai bagian dari statistik layanan guna mendukung evaluasi kinerja perpustakaan secara komprehensif.
Melalui kegiatan sosialisasi ini diharapkan pengelola perpustakaan sekolah mampu meningkatkan kualitas pengelolaan data layanan secara akurat, akuntabel, dan berkelanjutan sehingga mampu mendukung peningkatan budaya literasi masyarakat serta penguatan peran perpustakaan sebagai pusat pembelajaran sepanjang hayat. (DI)


