Workshop INLISLite 2026: Disperpusip Jatim Pacu Digitalisasi Perpustakaan se-Jawa Timur

SURABAYA – Perkembangan teknologi informasi yang masif menuntut institusi perpustakaan untuk bertransformasi dari sekadar tempat penyimpanan buku menjadi pusat informasi yang dinamis dan modern. Menjawab tantangan tersebut, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur (Disperpusip Jatim) menyelenggarakan agenda strategis bertajuk “Workshop INLISLite Tahun 2026” di Surabaya pada Selasa, (10/2).

Acara yang dimulai sejak pukul 07.30 WIB ini dihadiri oleh para pustakawan, tenaga ahli Teknologi Informasi (TI), serta pengelola perpustakaan dari instansi pemerintah dan lembaga pendidikan di bawah naungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, antara lain RSUD Dr. Saiful Anwar, RSUD Karsa Husada Batu, Dinas Kominfo, hingga SMA/SMK/SLB di seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur.

Visi Transformasi dan Kehadiran Teknologi AI

Workshop dibuka secara resmi oleh laporan Ketua Panitia, Adi Wiyanto,S.T., M.M., yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan sekaligus arahan dari Kepala Disperpusip Jatim, Ir. Tiat S. Suwardi, M.Si. Dalam sambutannya, Tiat menekankan bahwa langkah strategis pemanfaatan aplikasi perpustakaan elektronik adalah kunci untuk mewujudkan perpustakaan yang inklusif dan relevan dengan perkembangan zaman. Ia juga menegaskan pentingnya adaptasi teknologi agar layanan informasi dapat menyentuh seluruh lapisan masyarakat dengan lebih mudah.

Sesi inti mengundang narasumber utama dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Muhamad Ilyas, S.Kom., M.T., dan Kepala Perpustakaan Universitas Airlangga (Unair) Periode 2020-2025, Suhernik, S.Sos., M.Si., sebagai moderator. Narasumber memaparkan bahwa sebagai aplikasi open source, INLISLite dirancang untuk membantu berbagai tingkatan perpustakaan dalam mengelola koleksi, layanan sirkulasi, serta pelaporan secara digital.

Salah satu sorotan utama dalam paparan Muhamad Ilyas adalah integrasi Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) ke dalam sistem perpustakaan.

“AI dapat dimanfaatkan untuk pencarian informasi berbasis konteks, memberikan rekomendasi koleksi yang lebih akurat kepada pemustaka, hingga pengembangan chatbot untuk meningkatkan interaksi layanan,” jelasnya.

Hal ini diharapkan mampu mengubah citra perpustakaan menjadi pusat informasi yang aktif dan menarik. Selain itu, ia juga memperkenalkan rencana peluncuran INLISLite Versi 3.3 yang menjanjikan peningkatan keamanan dan performa.

Praktik Mandiri dan Pendampingan Teknis

Sesuai dengan mandat undangan, para peserta diwajibkan membawa laptop untuk praktik pengolahan. Pendekatan praktik langsung ini bertujuan agar peserta mampu mengoperasionalkan sistem secara mandiri di instansi masing-masing.

Sesi teknis dipandu oleh Sri Hartono dan Achmad Jalaluddin, S.Si. yang membimbing peserta dalam proses instalasi INLISLite menggunakan modul XAMPP. Terdapat pula materi mengenai modul pengolahan yang disampaikan oleh Anisa Septiyo Ningtias, A.Md. serta modul pelayanan perpustakaan yang disampaikan oleh Andi Mahardika, S.Kom. Materi praktik mencakup siklus penuh pengelolaan perpustakaan, antara lain:

  • Input Koleksi: Memasukkan data buku ke dalam basis data digital.
  • Manajemen Anggota: Proses pendaftaran anggota baru hingga pengaturan nomor anggota secara otomatis oleh sistem.
  • Layanan Sirkulasi: Praktik transaksi peminjaman, pengembalian, perpanjangan buku, hingga pencetakan bukti fisik transaksi.
  • Karantina Data: Penanganan data katalog yang salah agar tidak terhapus permanen melalui fitur Karantina Data.
Interaksi dan Solusi Kendala Sistem

Sesi tanya jawab menjadi momen bagi para pengelola perpustakaan untuk mencurahkan kendala lapangan. Beberapa poin penting yang mengemuka dalam diskusi bersama narasumber antara lain:

  1. Kendala Impor Data: Adanya keterbatasan fitur impor pada versi 3.2 yang dijelaskan oleh narasumber bukan sebagai kesalahan pengguna.
  2. Keamanan Versi: Narasumber menegaskan bahwa penggunaan INLISLite versi 3.2 saat ini masih aman digunakan sebelum versi 3.3 rilis resmi.
  3. Tips Operasional: Penggunaan fitur Run as Administrator disarankan agar aplikasi berjalan normal tanpa error pada Apache/MySQL.
  4. Integrasi Kartu: Barcode kartu pelajar sekolah dapat dimanfaatkan sebagai kartu anggota perpustakaan.
Harapan Implementasi INLISLite

Rangkaian workshop ditutup oleh Ketua Tim Kerja Pengembangan Kapasitas Tenaga Perpustakaan, Melkion Donald, S.Pd., M.Hum., yang berharap seluruh peserta dapat mengimplementasikan INLISLite di perpustakaan masing-masing demi memberikan layanan yang prima kepada masyarakat. (red/put)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *