Surabaya – Senin (2/2), empat orang staf Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ngawi (Disperpusip Ngawi) dan satu perwakilan pemilik naskah kuno bertandang ke Perpustakaan Jawa Timur di Jalan Menur Pumpungan 32, Surabaya. Tujuannya bukan hanya untuk membuktikan kenyamanan perpustakaan atau bersilaturahmi ala kadarnya, tetapi juga menimba ilmu tentang pelestarian naskah kuno dan sekaligus menyerahkan dua naskah kuno untuk dilakukan preservasi.
Dengan senang hati, tim preservasi naskah kuno Perpustakaan Jawa Timur menerima naskah tersebut. Begitu dibuka, terlihat barisan aksara Arab yang ditulis di lembar-lembar kertas eropa. Naskah tersebut terdiri dari 364 halaman, yakni Kitab Tauhid, sedangkan satu naskah lainnya terdiri dari 47 halaman ditulis di bahan kertas daluang berupa catatan. Kapan naskah tersebut ditulis, siapa penulisnya, dan menguraikan persoalan apa akan diteliti lebih lanjut setelah dilakukan preservasi dan alih media. Yang terpenting dua naskah ini aman terlebih dahulu.

Proses preservasi kedua naskah tersebut dilakukan sesuai prosedur dengan alih media dan restorasi fisik naskah. Tahapan preservasi naskah kuno disaksikan langsung oleh tim dari Disperpusip Ngawi sebagai bentuk pembelajaran bagaimana melestarikan naskah kuno. Pada praktiknya preservasi naskah kuno terkadang membutuhkan waktu yang lama. Hal tersebut tergantung dari berbagai faktor seperti jumlah halaman naskah, kondisi fisik naskah, dan lain sebagainya.
Kunjungan terkait preservasi naskah kuno ini penting dilakukan mengingat pelestarian naskah kuno kini menjadi salah satu target perhatian Kabupaten Ngawi, terutama naskah-naskah kuno yang sudah ada dan teridentifikasi. Pada kesempatan ini juga dibahas berbagai rencana preservasi naskah kuno yang akan dilakukan oleh Disperpusip Jatim untuk menyelamatkan naskah kuno yang ada di Kabupaten Ngawi. Upaya sosialisasi pelestarian naskah kuno menjadi bagian kegiatan yang akan dilaksanakan untuk menjaring pemilik naskah kuno agar naskah yang dimiliki dapat teridentifikasi dan dapat dilakukan preservasi.

Kepala Bidang Deposit, Pengembangan, dan Pelestarian Bahan Perpustakaan Disperpusip Jatim, Margaretha Sari Prananingrum, S.H., M.Si., mengatakan pelestarian naskah kuno adalah upaya nyata Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur dalam menyelamatkan naskah kuno serta menjaga nilai-nilai kebudayaan, intelektual, dan kebaikan. Selain itu, akses naskah kuno tentu merupakan sebuah amanah yang harus dipegang ketika masyarakat sudah menyerahkan naskahnya untuk dilakukan preservasi.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur berharap dapat melestarikan naskah kuno yang terdapat di ngawi dan juga seluruh daerah Jawa Timur, mengingat naskah kuno menjadi prioritas nasional dalam menjaga warisan budaya dan keilmuan yang dimiliki bangsa. Tentunya semua upaya ini harus dilakukan secara kolaboratif dengan pelibatan berbagai pemangku kepentingan terkait. (Irf)


