LARON JATIM #3 Pemantauan Capaian Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial sebagai Implementasi Replikasi Perpustakaan di Wilayah Jawa Timur

Kegiatan Zoom LARON JATIM kali ini (13/03/2025) membahas tentang pemantauan capaian transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial selama tahun 2023-2024. Untuk sekedar diketahui transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial selama ini bertujuan untuk meningkatkan peran dan fungsi perpustakaan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, meningkatkan kualitas layanan perpustakaan, membangun komitmen dan dukungan pemangku kegiatan transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial yang berkelanjutan, serta meningkatkan kemampuan literasi dalam mendukung pemberdayaan masyarakat.

Konsep perpustakaan berbasis inklusi sosial merupakan konsep perpustakaan yang proaktif dalam membantu masyarakat untuk mengembangkan ketrampilan dan kepercayaan diri sehingga segala fasilitas yang tersedia di perpustakaan dapat memungkinkan setiap individu untuk mencipta, mengakses, menggunakan, dan berbagi informasi serta pengetahuan untuk meningkatkan seluruh potensi yang mereka miliki sehingga dapat menghadirkan pembangunan berkelanjutan yang bertujuan pada peningkatan mutu hidup.

Transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial yang dilakukan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur merupakan wujud perpustakaan sebagai sarana pembelajaran sepanjang hayat di mana perpustakaan tidak hanya sebagai pusat informasi, tetapi juga sebagai tempat bagi masyarakat untuk mentransformasikan dirinya dalam upaya peningkatan kesejahteraan. TPBIS menjadi program yang mendorong pembelajaran sepanjang hayat dengan menyediakan koleksi bahan pustaka dan menyediakan ruang untuk mendukung proses pembelajar sepanjang hayat untuk masyarakat. Dukungan proses pembelajaran sepanjang hayat bagi masyarakat juga ditunjukkan dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur yang menyediakan ruang bagi masyarakat untuk belajar. Perpustakaan menjadi ruang sosial dimana pengetahuan dan keterampilan dapat dikembangkan dan diperluas secara sistematis. Kegiatan replikasi transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial Provinsi Jawa Timur selama tahun 2023-2024 telah mencapai mitra keseluruhan berjumlah 96 (sembilan puluh enam) perpustakaan Desa/Kelurahan dengan pelibatan masyarakat sejumlah 7048 (tujuh ribu empat puluh delapan) kegiatan, advokasi 1110 (seribu seratus sepuluh) kegiatan, dan 173 (seratus tujuh puluh tiga) kegiatan pelibatan masyarakat. Sumber data ini diambil dari sistem informasi manajemen TPBIS Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

Capaian TPBIS dalam sistem informasi manajemen Perpustakaan Nasional Republik Indonesia diukur melalui Key Performance Indicator (KPI). Key Performance Indicator (KPI) atau indikator kinerja utama adalah alat yang digunakan untuk mengukur apakah timnya sedang menuju sukses atau sebaliknya. KPI yang tepat akan menunjukkan dimana bidang atau area kinerja yang membutuhkan perhatian lebih. Key Performance Indicator (KPI) yang berfungsi sebagai alat pemantauan kinerja perpustakaan dalam rangka implementasi program. Pengelola perpustakaan kini dapat langsung memantau skor KPI masing-masing melalui SIM. Perpustakaan di level provinsi dan kabupaten/kota dapat memantau capaian KPI perpustakaan mitra program yang ada di wilayahnya. Dalam KPI terdapat warna yang membedakan kategori capaian. Warna hijau merupakan perpustakaan yang telah optimal melaksanakan strategi program dan mengupayakan keberlanjutan, warna kuning menggambarkan perpustakaan yang sudah menjalankan strategi program di semua komponen umum tetapi belum optimal, dan warna merah merupakan perpustakaan yang belum menjalankan strategi program atau sudah menjalankan hanya sebagian. Dalam kurun waktu bulan Januari sampai Maret 2025 di wilayah Jawa Timur sudah ada beberapa perpustakaan yang berwarna hijau kategori baik, 40 % perpustakaan warna kuning kategori sedang, dan 13 % perpustakaan warna merah kategori rendah, sedangkan 47 % perpustakaan warna abu-abu yang sama sekali belum mengisi. Pada tahun 2025 direncanakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur akan memberikan penghargaan kepada perpustakaan yang telah berwarna hijau. Saran dari narasumber untuk bisa mendapatkan warna hijau yaitu meningkatkan sinergi dan kolaborasi dengan semua pihak agar perpustakaan dapat memberikan manfaat kepada masyarakat.

Narasumber kegiatan LARON JATIM ini bapak Pustakawan Ahli Utama Drs. Soekaryo, MM, Pustakawan Mahir Dian Kusumawati, S,Ptk, serta moderator Pustakawan Ahli Muda Sri Hartono, S.Sos dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur. Dengan jumlah peserta zoom 141 orang dari berbagai jenis perpustakaan di wilayah Jawa Timur. Dengan adanya kegiatan zoom LARON JATIM episode kali ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan informasi yang dapat bermanfaat untuk perkembangan transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial yang berkelanjutan di wilayah Provinsi Jawa Timur. (*nad)

Leave a Comment