Sambil Ngabuburit, ASN Disperpusip Jatim Dibekali Ilmu Jurnalistik dan Medsos

Surabaya, 7 Maret 2025 – Momen di bulan suci Ramadhan 1446 H dimanfaatkan para aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Prov. Jatim belajar ilmu jurnalistik. Selain belajar ilmu dasar layaknya para pemburu berita, mereka juga diberi pemahaman terkait cara praktis mengelola media sosial (medsos) milik internal dinas.

Kepala Disperpusip Prov. Jatim, Ir. Tiat S. Suwardi, MSi mengatakan, para ASN Disperpusip Prov. Jatim diberikan ilmu jurnalistik dan mengelola medsos sembari ngabuburit. Tujuannya agar mereka mengerti dan memahami pentingnya mengemas informasi dengan baik, bener dan aman.

“Utamanya terkait layanan informasi segala kegiatan perpustakaan dan kearsipan. Disperpusip Jatim kan sifatnya layanan. Bukan hanya melayani pimpinan saja tetapi juga masyarakat. Sehingga dibutuhkan tim informasi dan publikasi yang keren,” kata Kepala Disperpusip Prov. Jatim, Ir. Tiat S. Suwardi, MSi saat membuka pembelajaran bersama di Kantor Disperpusip Jatim, Jl. Menur Pumpungan 32, Surabaya, Kamis (6/3/2025).

Lebih lanjut Tiat menjelaskan, kegiatan yang dilakukan tersebut untuk memberikan ilmu tentang cara praktis menulis berita. Tidak hanya itu, para ASN juga diharapkan dapat menghasilkan karya foto yang baik serta beberapa langkah menjadi konten kreator media internal dinas.

“Ibu gubernur pernah menyampaikan bahwa dalam bekerja bukan pamer yang diutamakan, tapi yang diutamakan adalah bagaimana dinas bisa menyampaikan publikasi kinerja lembaga kepada masyarakat yang baik dan bener. Agar apa? agar masyarakat tahu,” jelasnya.

Jadi, selain menjadi seorang pustakawan dan arsiparis, para ASN harus bisa mengelola medsos milik dinas. Landasan yang dilakukan yakni bagaimana mengemas informasi menjadi akuntabel kepada masyarakat.

“Mengapa demikian? karena publik harus tahu. Dan itu perlu publikasi dan promosi serta mengemas informasinya yang baik,” ungkap Tiat.

“Ini semestinya sudah berjalan tim dengan berbagai kegiatannya. Tapi perlu optimal lagi. Jadi, pustakawan dan arsiparis juga harus bisa konten kreator. Tapi jangan lupa tupoksi utamanya,” tambah Tiat.

Untuk mendapatkan ilmu tersebut, lembaga yang ia pimpin menghadirkan narasumber yang berkompeten. Yakni, Faishol (Wartawan Media Indonesia) dan Syamsul Huda (Wartawan TV One).

“Kenapa mengundang narasumber dari media, karena beliau paham mana yg layak dan tidak. Bukan bagus saja tapi ada norma-norma yang tepat dan perlu dipahami,” ujarnya.

“Intinya, kami akan terus meningkatkan SDM kami. Termasuk publik speaking juga nanti. Untuk itu, pengembangan SDM perlu ditingkatkan lagi sambil ngabuburit,” imbuhnya.

Setelah mendapatkan ilmu, mantan Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Jatim itu kembali berharap agar para ASN mampu berkreasi menulis dan membuat berbagai macam media publikasi yang menarik. Kreasi tersebut bisa berupa kegiatan kedinasan atau pun yang tidak.

“Yang perlu menjadi perhatian bahwa medsos itu ada positif dan ada negatifnya untuk perlu diketahui. Sehingga perlu dimengerti dan dipahami juga,” terangnya.

Agar pembelajaran tersebut dapat dipahami dan membuahkan hasil positif, ASN yang mengikuti pelatihan diberi tantangan. Bentuk tantangan yang diberikan yakni membuat berita, video grafis serta info grafis.

“Challange ini dibuat agar teman-teman benar-benar bisa menghasilkan hasil yang maksimal,” ungkapnya.

Dikesempatan yang sama, Faishol pun menyampaikan beberapa hal penting soal mengemas dan membuat berita yang menarik. Menulis narasi di instagram dan website dinilai sangat berbeda. Selain beda tampilan juga perlu keseragaman.

“Disperpusip ini, kalau saya nilai sebagai lembaga atau tempat yang penuh kreasi,” ujarnya.

Faishol pun memberikan tips. Para ASN perlu memahami audiensnya. Gaya bahasa serta desain yang ditampilkan perlu disesuaikan. Kalimat yang ditampilkan perlu sedikit provokatif. Lalu, bisa menggunakan format yg bisa dibaca.

“Jangan lupa tambahkan emoji, jawab setiap pertanyaan dari followers sebagai bentuk perhatian. Beri ucapan Terima kasih. Dan jangan lupa jaga konsistensinya meskipun membutuhkan tenaga dan waktu,” jelasnya.

Hal yang sama juga disampaikan Syamsul Huda. Wartawan TVOne itu memberikan tips cara membuat video singkat tapi bermakna. Kaidah-kaidah media televisi juga dinilai penting untuk dicontoh.

“Foto merupakan berita awal. Baru dilanjutkan detail nya. Sehingga yang menikmati itu bisa mengerti dan apa yang ingin disampaikan” jelasnya.

Selain itu, Bim-Bim sapaan akrabnya menjelaskan seputar karakteristik berita elektronik (TV), strategi pengelolaan medsos dan teknik pengambilan gambar.

Disamping itu, persoalan pemahaman tentang pentingnya audio visual juga disampaikan. Lalu, teknik editing, analisis performa dan strategi peningkatan engagement, sifat informatif, edukatif serta dokumentasi.

“Terserah menggunakan apa, yang penting mudah dan gampang.
Optimalkan video lebih viral.
Unggah waktu yg tepat yakni primetimes nya. Dan gunakan hastag yang relevan dan sedang tren. Lalu ajak audiens berinteraksi. Dan jangan lupa gunakan thumnail yg menarik,” pungkasnya.(*)

Leave a Comment