
Surabaya, 13 Februari 2025 – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur (Disperpusip Jatim) menerima kunjungan Nahdlatut Turots dalam rangka pembahasan kerja sama pelestarian naskah keislaman Nusantara.
Pertemuan yang berlangsung di Ruang Bina Pustaka Disperpusip Jatim ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas, Ir. Tiat S. Suwardi, M.Si., dihadiri Ketua Umum Nahdlatul Turots, Lora Usman Hasan beserta pengurus Nahdlatut Turots dan perwakilan Disperpusip Jatim.
Dalam rapat tersebut, Ir. Tiat S. Suwardi, M.Si., Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jawa Timur menekankan pentingnya literatur keislaman sebagai bagian dari kekayaan intelektual bangsa. Ia menyampaikan bahwa Disperpusip Jatim berkomitmen dalam pengelolaan, pelestarian, serta sosialisasi literasi keislaman kepada masyarakat luas.
“Literatur keislaman bukan hanya sekadar peninggalan sejarah, tetapi juga menjadi rujukan bagi perkembangan pemikiran Islam di Indonesia. Oleh karena itu, kami merasa perlu menggandeng Nahdlatut Turots untuk memperkuat upaya pelestarian dan penyebarluasan naskah-naskah ulama Nusantara,” ujar Tiat S. Suwardi.
Sedangkan Lora Usman Hasan menyatakan “Turots yang merupakan warisan intelektual dunia keilmuan keislaman perlu dikelola dengan baik dan profesional agar generasi muda tahu dan mencintai turots”. Turots yang merupakan bagian dari Naskah Nusantara merupakan perwujudan kebudayaan Indonesia khususnya dalam dunia pesantren.
Ir. Tiat S. Suwardi, M.Si. sepakat dengan hal ini dan menambahkan bahwa “naskah kuno adalah program prioritas nasional, sehingga harus mendapatkan tempat khusus dalam pengembangan literasi di Indonesia” .

Agenda rapat adalah membahas kerja sama yang akan dilakukan antara Disperpusip Jatim dengan Nahdlatut Turots. Kerja sama ini diharapkan mampu menghasilkan kemudahan akses terhadap berbagai naskah ulama Indonesia yang sekarang masih banyak tersebar di masyarakat, tetapi belum teridentifikasi.
Hal yang dibahas antara lain kompilasi kitab lima tokoh ulama Nusantara, yaitu: Kiai Syarqawi Guluk Guluk (Sumenep), Kiai Abdul Hadi Langitan (Tuban), Kiai Soleh Sani (Sampurna Gresik), Kiai Hasan Genggong (Probolinggo), Naskah Tegalsari / Tremas; penyelenggaraan pameran naskah ulama Nusantara yang akan dilaksanakan di tahun 2025; dan pendaftaran Ingatan Kolektif Nasional (IKON) untuk naskah Syaichona Kholil.
Kedua Pihak berharap bahwa kerja sama ini membawa manfaat bagi masyarakat luas, khususnya dalam memperkaya literasi Islam yang autentik dan berbasis sejarah (*/wdp)