JAWA TIMUR TERIMA SERTIFIKAT AKREDITASI KEARSIPAN

Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur berhasil meraih akreditasi tertinggi dalam bidang kearsipan. Hal ini dibuktikan dengan keberhasilan Bapersip Jatim menerima sertifikat akreditasi lembaga dan unit kearsipan dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dengan Kategori A (memuaskan).

Deputi Bidang Pembinaan Kearsipan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Dr. Andi Kasman SE, MM menjelaskan untuk mendapatkan akreditasi A bukan hal mudah. ANRI melakukan penilaian sejak tahun 2012 yang lalu. Dalam penilaian kali ini, ANRI menetapkan 7 locus yang jadi penilaian yakni Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jabar, Jatim, Jateng, Kampus Institut Pertanian Bogor (IPB), Badan Informasi Geospasial, Kementerian Kehutanan dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Meskipun sudah mendapatkan akreditasi A, Andi Kasman juga mengingatkan agar Bapersip Jatim tetap melakukan penguatan kelembagaan dan peningkatan pelayanan kearsipan. dalam penguatan kelembagaan, Jatim perlu melakukan pemisahan kelembagaan antara kearsipan dan perpustakaan. Selain itu, Jatim juga harus menyusun mekanisme dalam penyelamatan arsip ketika menghadapi bencana.

Kepala Bdan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur, Drs. A. Mudjib Afan, MARS mengaku bangga dengan sertifikat akreditasi yang diterima dari ANRI tersebut. Pemberian akreditasi dengan status A menunjukkan bahwa apa yang dilakukannya selama ini mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Jatim secara serius melakukan pembenahan dalam penyelenggaraan kearsipan. Bukan hanya di tingkat Provinsi, tetap juga sampai ke desa-desa.

Sebagai bukti keseriusan dalam menggarap arsip desa, misalnya, Pemprov Jatim memasukkan program Arsip Masuk Desa ke dalam RPJMD Provinsi Jatim. Target yang ditetapkan RPJMD adalah separo dari jumlah desa di Jatim telah mengikuti Bimtek AMD dan sekarang separo lebih desa di Jatim sudah mengikuti Bimtek AMD. meski demikian Drs. A. Mudjib Afan, MARS mengaku, bahwa dalam menjalankan tugas tersebut pihaknya tidak berjalan sendiri tetapi melibatkan pemkab/pemkot. Dalam hal Bimtek AMD kami sharing anggaran dengan Pemkab/Pemkot.” tegasnya.

adv (bhirawa)