MAMPU PIKAT MINAT BACA, PERPUSTAKAAN HARUS BERINOVASI

Anggota Komisi X (membidangi pendidikan, kebudayaan, pemuda dan olahraga, perpustakaan) yang ikut dalam rombongan itu diantaranya, Abdul Chotib, Akbar Zulfakar, Harbiah Salahudin, Parlindungan Hutabarat, Suwandi Gumelar (Mi’ing), Eko Hendro Purnomo (Eko Patrio), dan Vina Melinda.

Ketua Komisi X DPR RI Agus Hermanto mengatakan, dirinya beserta anggota lainnya mengpresiasi kinerja Bapersip Jatim dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat untuk menumbuhkan minat baca.

 

“Saya telah mendapatkan pemaparan dan cukup bagus upaya yang dilakukan Jatim. Keadaan ruangan dan pembangunan meningkatkan partisipasi baca khususnya sekitar Badan Perpustakaan dan Kearsipan ini.” katanya di sela-sela kunjungan.

Menurutnya, upaya yang dilakukan Bapersip Jatim ini harus terus didorong baik dukungan politik, anggaran, hingga mental dan moral. “Istilahnya membangun bangsa yang tangguh, butuh latar belakang keilmuan yang didukung dengan beberapa referensi, diantaranya buku yang disiapkan perpustakaan,” katanya.

Selain itu, dorongan yang lebih kuat lagi yaitu adanya anggaran yang cukup. sebab, pengembangan perpustakaan sudah seyogyanya sampai ke desa-desa. “Pemerintah dalam hal ini sudah cukup bagus dengan memberikan sarana dan prasarana untuk melengkapi perpustakaan di pedesaan, ” katanya.

Salah satu anggota komisi X, Eko Hendro Purnomo menyoroti aktivitas yang dilakukan Badan Perpustakaan biasanya tidak banyak inovasi. Sehingga, programyang dilakukan terkesan itu-itu saja. Untuk itu, diperlukan inovasi yang lebih bagus lagi dari Badan Perpustakaan untuk meningkatkan minat baca.

Eko juga mengusulkan, agar Bapersip juga lebih menyiapkan bangunannya, menyiapkan juga SDM yang mumpuni, pengadaan buku bisa lebih banyak, hingga tersedianya anggaran yang ideal untuk meningkatkan minat baca di kalangan masyarakat. “Anggaran besar tidak masalah, jika untuk kemaslahatan masyarakat. kita tunggu usulan program dari Bapersip. Kami siap membantu kalau program itu bagus,” katanya.

Sebelumnya Kepala Bapersip Jatim Drs. A. Mudjib Afan, MARS memaparkan kondisi perpustakaan di Jatim di hadapan 21 anggota Komisi X DPR RI yang berkunjung. Dari hasil riset Bapersip dengan Universitas Brawijaya, menurutnya, menunjukkan minat baca masyarakat jatim masih belum menggembirakan. “Tapi, untuk mendongkrak minat baca, Bapersip juga adakan pertemuan dengan Pustakawan,” katanya.

Di Jatim, ternyata jumlah pustakawan juga tidak begitu banyak, sekitar 1.600 orang saja. jumlah itu jauh dari angka ideal 15 ribu pustakawan. Untuk itu, Mudjib mengharapkan bantuan dari DPR RI agar lebih mendorong jabatan fungsional seorang pustakawan, sehingga minat menjadi pustakawan menjadi tinggi.

Untuk strategi meningkatkan minat baca, Bapersip Jatim juga melangsungkan promosi dan penyuluhan secara terus menerus tentang pentingnya minat baca dan tertib arsip. Selain itu melakukan upaya penciptaan budaya baca sejak dini mulai dari lingkup keluarga, lomba-lomba dibidang perpustakaan, minat baca dan kearsipan, pengembangan perpustakaan desa atau taman baca, penyediaan bahan bacaan yang sesuai kebutuhan masyarakat dan pengembangan mobil perpustakaan keliling dan mobilsadar arsip.

Mudjib juga menjelaskan, kalau jumlah desa/kelurahan se Jatim sebanyak 8.497 desa. Dalam RPJMD 2009-2014 ditargetkan 50% perpustakaan desa/kelurahan sebanyak 4.249 perpustakaan. Sampai dengan tahun ini sudah terbentuk 1.735 perpustakaan desa/kelurahan.

“Masih ada 2.514 desa/kelurahan yang belum ada perpustakaannya. untuk mencapai target diperlukan sharing dengan Kabupaten/kota. Pembagian 60% dari Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur dan Perpusnas, sedangkan sisanya 40% didukung oleh Kabupaten/Kota. Untuk perencanaan anggaran tiap pembuatan perpustakaan desa/kelurahan sekitar Rp. 40 Juta,” katanya. (Rac/bhirawa)