Kamis (8/9),  Rangkaian peringatan Hari Kunjung Perpustakaan Tahun 2022, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur melalui Bidang Pelayanan Perpustakaan dan Informasi mengadakan kegiatan Kampanye Literasi Digital dengan tema Pijar Literasi (Pintar, Bijak, dan Kreatif dalam Berliterasi Digital) yang bertujuan untuk meningkatkan literasi digital dan membudayakan gemar membaca bagi generasi muda. Kegiatan ini bertempat di Aula Graha Pustaka Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur.

Sasaran kegiatan ini sebanyak 50 peserta yang berasal dari perwakilan siswa – siswi dari SMAN 4 Surabaya, SMAN 5 Surabaya, SMAN 16 Surabaya, SMA Muhammadiyah 2 Surabaya, SMA Al Hikmah Surabaya, SMA Santa Agnes Surabaya dan SMA IPIEMS Surabaya. Narasumber dalam kegiatan ini adalah Duta Baca Jawa Timur yang biasa dipanggil dengan Kak Sasa dan dimoderatori oleh Kak Caca Duta Baca Pelajar SMA Provinsi Jawa Timur Tahun 2021. Terselenggaranya kegiatan ini juga didukung oleh Jamu Iboe yang diwakili oleh Pak Pery dan Bu Ekka. Pada kesempatan ini Jamu Iboe memberikan souvenir kepada para peserta kegiatan.

Kak Sasa menyampaikan pentingnya berliterasi digital. Dimana kita harus mampu memahami konten digital. Bersikap bijak dalam menggunakan konten digital agar tidak turut menjadi pelaku maupun korban perundungan dan berita hoax. Karena tanpa disadari dalam kehidupan sehari-hari kita ternyata telah menjadi pelaku atau korban dari hal yang dianggap biasa saja atau candaan. Padahal dari dalih bercanda tersebutlah terjadi perundungan. Sehingga lebih baik kreatif dalam memanfaatkan konten digital untuk hal positif.

Dalam kegiatanini, Mbak Sasa membahas mengenai pentingnya kita sebagai pengguna internet untuk dapat berliterasi digital dengan bijak dan sopan sehingga dapat mengurangi angka cyberbully yang marak terjadi di media sosial. Mbak Sasa juga menyebutkan jika menurut data dari Microsoft, masyarakat Indonesia merupakan netizen paling tidak sopan se-Asia dan 3 teratas dari netizen paling tidak sopan di dunia. Dalam talkshow ini Mbak Sasa juga memberi tips agar tetap beretika walaupun sedang berkegiatan dalam dunia digital. Mbak Sasa berharap dengan adanya program ini semakin banyak anak muda yang sadar dan dapat menjadi pioner dalam literasi digital di Indonesia. Diharapkan juga generasi muda di Provinsi Jawa Timur dapat memanfaatkan platform digital untuk kegiatan yang positif seperti reportase kegiatan atau mampu  mengidentifikasi berita atau informasi hoax. (Dian Kusuma)