Rabu, 7 September 2022 Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan kegiatan Bedah Buku “Sister Fillah, You’ll never be alone” yang ditulis oleh Kalis Mardiasih. Kegiatan tersebut berlangsung di Graha Pustaka Lt. 2, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur yang beralamatkan di Jalan Menur Pumpungan No. 32, Surabaya. Diskusi tersebut dibuka dengan video Kalis Mardiasih yang memaparkan tentang latar belakang alasan Kalis menulis buku tentang perempuan dan Islam, keresahan Kalis mengenai nilai manusia di mata manusia dan Tuhan, serta keresahan Kalis mengenai buku-buku agama yang membicarakan perempuan namun isinya lebih banyak memojokkan perempuan sebagai objek.

Diskusi mengenai isi buku “Sister Fillah, You’ll never be alone” dilanjutkan oleh paparan dua narasumber yaitu, Uswatun Hasanah dan Siti Yunia Mazdafiah dan dipandu oleh Heraldha Savira sebagai moderator. Uswatun Hasanah sebagai pembedah I menyampaikan bahwa Kalis Mardiasih menulis buku ini berdasarkan pengalaman dan semangatnya untuk mewakili suara perempuan dari berbagai kalangan. Tulisan Kalis berangkat dari hal-hal sederhana yang kemudian menjadi tulisan yang terasa sentimental. Beliau juga menyampaikan pendapatnya bahwa dengan diam saja perempuan sudah menjadi objek, karena itu yang seharusnya menjadi pertanyaan bukan bagaimana cara mendidik anak perempuan agar tidak menjadi sumber fitnah namun mengapa tidak mencari tahu juga bagaimana cara mendidik anak laki-laki agar tidak memiliki mindset yang menganggap perempuan sebagai objek.

Sementara Siti Yunia Mazdafiah menilai Kalis merupakan penulis narasi yang berhasil membuat pembaca bukunya merasa sedang diajak bercerita secara langsung dengan Kalis. Beliau mengungkapkan pendapat bahwa feminisme seringkali diidentikkan dengan anti agama, buku Kalis mampu menunjukkan bahwa ide-ide pemberdayaan perempuan yang diusung oleh feminisme sejalan dengan nilai-nilai agama di Indonesia. Kita membutuhkan lebih banyak penulis seperti Kalis Mardiasih yang resah melihat pengalaman hidup perempuan dan kemudian menyuarakannya menjadi sebuah tulisan yang dapat dinikmati oleh banyak pembaca di Indonesia.

Peserta bedah buku yang berasal dari komunitas serta masyarakat umum mengikuti acara dengan sangat antusias. Salah satu peserta menyampaikan sebuah testimoni setelah membaca buku tersebut, “Perempuan bukan makhluk kelas dua jadi jangan mau dimarginalisasi, sebelum perempuan menjadi perempuan, perempuan lebih dulu menjadi manusia. Kalis Mardiasih mengkampanyekan women support women, sebuah kampanye untuk mendukung seluruh perempuan tanpa terkecuali.”

Diharapkan pelaksanaan kegiatan bedah buku ini dapat menjadi media promosi koleksi, pelayanan informasi, dan promosi pembudayaan kegemaran membaca dengan memanfaatkan sarana dan prasarana yang ada di perpustakaan. Pemilihan buku “Sister Fillah, You’ll never be alone” karya Kalis Mardiasih diharapkan dapat mendukung strategi pengarusutamaan gender yang menjadi bagian tak terpisahkan dari program pemerintah baik di tingkat pusat maupun daerah. Melalui kegiatan ini Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur berharap dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan literasi masyarakat Jawa Timur sehingga mampu menjadi SDM yang berkualitas dan berdaya saing. (Lilis)