Setiap sumber daya baik masyarakat ataupun Organisasi Pemerintah Daerah  (OPD)  dituntut untuk mampu, terampil, dan berdaya dalam menangani bencana yang terjadi di masyarakat. Dalam setiap bencana,  pemerintah dan masyarakat diharapkan bahu membahu menangani dan menanggulangi bencana tersebut, baik bencana alam, bencana sosial atau bencana yang lainnya. Kolaborasi pemerintah sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing –masing organisasi pemerintah daerah dan peran masyarakat diharapkan  dapat menanggulangi bencana-bencana yang terjadi.

Berkaitan dengan kebutuhan tersebut, maka diadakanlah simulasi pemberdayaan Satuan Perlindungan Masyarakat dan Masyarakat dalam penyelenggaraan PAM SWAKARSA  dan penanggulangan bencana di Jawa Timur tahun 2022. Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 28 sampai dengan tanggal 29 Juli 2022 di lapangan Desa Talang, Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk diprakarsai oleh Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Timur. Simulasi ini melibatkan 100 (seratus) orang anggota Satuan Perlindungan Masyarakat dan Masyarakat yang dipilih secara selektif. Selain itu juga melibatkan OPD yang ada di Kabupaten Nganjuk, termasuk melibatkan sekolah serta Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Nganjuk. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut, pada hari pertama dimulai gladi kotor/ gladi bersih, dilanjutkan dengan pemaparan dari Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Timur dengan tema Peran SATLINMAS sebagai Garda Terdepan dalam Penyelenggaraan TRANTIBUM LINMAS di Era Digital, kemudian Polres Nganjuk memberikan paparan mengenai Sinergitas Pelaksanaan PAM SWAKARSA  Bersama 3  Pilar ( Babinkamtibmas, Babinsa, dan Salinmas). Pemaparan terakhir di hari pertama dari Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Nganjuk dengan tema Pemberdayaan Satlinmas dan Masyarakat Kabupaten Nganjuk dalam Penanganan Pam Swakarsa dan Penanggulangan Bencana.

Penampilan simulasi dilaksanakan pada hari kedua. Pada hari kedua ini juga dilakukan pemberian bantuan benih padi unggul dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur. Bantuan sembako selain dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Timur juga dari BAZNAS Kabupaten Nganjuk.  Peran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur dalam simulasi ini mengambil bagian sesuai dengan tugasnya yaitu dengan melibatkan Tim Mobil Perpustakaan Keliling (MPK) dan Tim Mobil Dongeng Anak dan Remaja Keliling (DARLING). Sejauh ini Disperpusip Prov. Jatim selalu sigap dalam memberikan pelayanan baik pelayanan psikologi dengan memberikan hiburan berupa mendongeng, membacakan langsung buku yang ada di MPK dan bermain serta bernyanyi bersama ketika terjadi bencana pada suatu wilayah. Hal ini bertujuan agar beban yang dialami oleh anak-anak korban bencana tersebut terkurangi.

Selama simulasi, masing-masing OPD dan masyarakat yang menjadi peserta berjalan sesuai rencana. Bahkan yang paling menggembirakan anak-anak peserta simulasi tersebut antusias mendengarkan dongeng, bermain bersama dan melahap banyak buku yang ada di MPK. (Ima-pustakawan)